SURYA.CO.ID - Sebuah patung macan putih di Desa Balung Jeruko, Kecamatan Purwoasri (sebelumnya disebut Punjang), Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial pada awal 2026.
Patung ini menyedot perhatian netizen karena bentuknya yang unik dan dinilai menyerupai badak atau kuda nil.
Kendati begitu, patung ini justru membawa berkah ekonomi bagi warga setempat.
Sosok di balik karya viral ini adalah Mbah Suwari.
Baca juga: Siapa Sosok Mbah Sawuri Dibalik Viral Patung Macan Putih Balongjeruk, Berkah Bagi UMKM
Ia mengaku mengerjakan patung tersebut atas permintaan kepala esa setempat.
Dengan peralatan sederhana dan material seperti pasir, semen, dan besi, ia menyelesaikan patung tersebut dalam waktu singkat.
"Hari itu saya garap 18 hari selesai," kata Mbah Suwari saat ditemui SURYA.CO.ID, tayang di Youtube Harian Surya pada 20 Januari 2026.
Meski bentuk patungnya menjadi perbincangan hangat dan menuai beragam komentar, Mbah Suwari mengaku tetap bersyukur atas apresiasi yang datang.
"Alah baungah (senang). Tapi saya gak tahu ya kalau viral, tahu-tahunya sudah 3 hari baru lihat loh. Oh iya aku gitu," tambahnya.
Kepala Desa (Kades) Balung Jeruko, Safi’i, memberikan klarifikasi penting terkait pembiayaan ikon desa tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembangunan patung ini murni menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran negara atau Dana Desa, mengingat aturan ketat mengenai prioritas penggunaan Dana Desa.
"Tapi dengan semuanya itu tidak ada terkaitannya dengan dana desa. Murni hak itu pribadi saya dengan nominal dana tiga juta lima ratus ribu)," tegas sang Kades.
Ia merinci bahwa Rp2 juta dialokasikan untuk jasa pembuat patung, sementara Rp1,5 juta sisanya digunakan untuk pembelian material bahan.
Sang Kades juga menjelaskan bahwa ide awal pembuatan macan putih merujuk pada legenda danyang desa yang dipercaya warga secara turun-temurun.
Viralnya patung ini berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang di sekitar lokasi "Patung Macan Putih".
Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung meningkat drastis, terutama pada hari libur.
"Alhamdulillah lah semenjak ada patung ya berkah buat UMKM, buat semua ya berkah Mbah Suwari semua UMKM jadi meningkatlah maju," ujar salah satu pedagang di lokasi.
Ia menambahkan bahwa kenaikan omzet bisa mencapai 80 persen dibandingkan sebelum patung tersebut viral.
Meskipun bentuknya kontroversial, bagi warga sekitar, patung ini adalah "magnet" ekonomi yang menggerakkan usaha kecil mereka.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.