TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mengendarai motor bututnya, Samsudin menjajal jalan berkonstruksi cor beton di tengah hutan Singorojo.
Dia lalu menghela nafas panjang setiba di perbatasan konstruksi jalan yang masih tanah bercampur bebatuan cukup terjal.
Dia mencoba memantapkan diri untuk melanjutkan perjalanan, tapi kondisi jalan membuatnya mengurungkan niat.
Baca juga: Warga Kendal Siang Malam Tambal Tanggul Kali Bodri, Khawatir Jebol Sewaktu-waktu
Langkahnya berbalik memutar mencari jalan lain untuk menuju Singorojo Kendal.
Di jalur itu, memang telah dilakukan pembangunan ulang untuk memudahkan akses warga Singorojo menuju Kaliwungu Kendal.
Namun, pembangunan jalan berkonstruksi cor beton itu baru dilakukan sepanjang 500 meter dari total 3,1 kilometer jalan.
"Kalau yang di ujung sana itu belum dicor, masih rusak jadi harus muter jauh lewatnya," kata Samsudin, Selasa (27/1/2026).
Samsudin yang tinggal di Singorojo sengaja hendak melalui jalur alternatif itu untuk mengetahui sejauh mana proses pengecoran jalan.
Seringkali, dia harus memutar melalui jalur lain untuk menuju Kaliwungu maupun Kendal kota dengan waktu tempuh yang lebih lama.
"Kalau mutar ya bisa sampai 1,5 jam lebih. Kalau sini lebih dekat, enggak sampai 1 jam. Itu estimasi kalau jalan sudah selesai diperbaiki," tuturnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur lama yang menghubungkan wilayah Ngareanak, Kecamatan Singorojo, dengan Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Namun, karena puluhan tahun tidak difungsikan, keberadaan jalan sempat hilang dan ditanami tanaman jagung oleh warga.
"Dulu itu jalan sudah dibuka sekitar tahun 2000-an tapi sudah hilang, karena sudah puluhan tahun. Bahkan ini sampai kanan kirinya sudah ditanami jagung," kata bupati yang akrab disapa Tika.
Dia menjelaskan, pembangunan jalan tembus tersebut belum sepenuhnya tuntas karena masih terdapat sekitar 3,1 kilometer ruas jalan yang belum diperkeras.
Pihaknya menargetkan penyelesaian lanjutan di tahun ini dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
"Mudah-mudahan di tahun ini bisa segera dilaksanakan, prioritas kami di tahun ini juga ada di infrastruktur jalan," imbuhnya.
Tika menerangkan, anggaran perencanaan pemeliharaan jalan tahun ini bersumber dari Banprov Pemprov Jateng Rp3,5 M, serta APBD Kendal Rp1 M dengan estimasi sepanjang 2,5 kilometer.
Tika berharap keberadaan jalan tembus Singorojo–Kaliwungu Selatan ini dapat memperlancar mobilitas warga, mempercepat akses ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Kendal.
"Nanti ada 1 kilometer lagi insya Allah kita usulkan di anggaran perubahan. Semoga bisa segera diperbaiki karena ini untuk memperlancar akses warga," tandasnya. (ags)
Baca juga: 15 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Banjaran Kendal Syukuran Jalan Baru
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.