TRIBUNPEKANBARU.COM – Fauzana menghadirkan lagu terbaru berjudul Luko Mati Raso, ciptaan Jaisky, yang menyuarakan kedalaman perasaan cinta yang tak terbalas.

Lagu ini menjadi cermin dari luka batin yang terus menghantui meski waktu terus berjalan, menampilkan kisah cinta yang tersakiti dan harapan yang tak pernah terpenuhi.

Setiap bait liriknya menceritakan tentang janji-janji yang dahulu pernah diucapkan namun kini telah tergantikan, meninggalkan rasa kecewa yang mendalam.

Meski mencoba melupakan, perasaan itu tetap membekas, membuat hati terasa kosong dan hidup penuh penyesalan.

Bagian reff lagu menghadirkan perasaan pedih: manisnya cinta di awal ternyata berakhir dengan tangis dan duka.

Dalam setiap nadanya, penyanyi seolah berjalan sendirian, kehilangan arah, dan berjuang menghadapi kenyataan pahit yang tidak bisa dihindari.

Lagu Luko Mati Raso berbicara tentang kesedihan yang universal, menyentuh mereka yang pernah merasakan kehilangan, pengkhianatan, dan perjuangan untuk menerima kenyataan.

Setiap pendengar diajak merasakan intensitas emosi yang tulus, membuat lagu ini lebih dari sekadar musik, tetapi juga perjalanan hati yang jujur.

Dengan nuansa Minang yang khas, lagu ini tetap relevan untuk siapa saja yang pernah merasakan getirnya cinta dan kehilangan.

Inilah Lirik Luko Mati Raso - Fauzana

Musim baganti tahun batuka 
nan dicari tak kunjuang basuo
kawan surang kini alah baduo 
diawak antah lah kabilo masonyo

kawan surang kini alah baduo
diawak antah lah kabilo masonyo

lai dicubo manaruah raso 
nan dihati tak  kunjuang tibo 2x

jikok umua alah batambah juo 
apolah dayo nasib  diri denai ko 2x

jikok umua alah batambah juo
apolah dayo nasib diri denai ko 2x

reff..
cabiak - cabiak raso nyo jantuang  hati
satiok bacinto nan kaa malukoi
kanyang di muluik manih 
buek hati manangih 2x 

jo awak bajanji jo urang bajadi

antah aposalah jo doso denai 
hari ka hari raso kamanyeso 
raso lah putuihaso hiduik bakcando iko
bia ditampuah jalan surang diri  2x

Lirik Terjemahan Indonesia – Luko Mati Raso (Fauzana)

Musim berganti, tahun berlalu
Yang dicari tak kunjung ditemukan
Teman dekat kini telah pergi
Dirinya entah ke mana, tak tahu kabarnya

Teman dekat kini telah pergi
Dirinya entah ke mana, tak tahu kabarnya

Sering dicoba menenangkan hati
Namun yang di dalam hati tak kunjung reda

Jika semua semakin bertambah berat
Apa daya nasib diri ini, aku pun pasrah

Jika semua semakin bertambah berat
Apa daya nasib diri ini, aku pun pasrah

Reff:
Cabik-cabik hatiku, terasa hancur
Saat cinta yang dulu manis kini pergi
Yang dulu indah kini terasa pahit
Membuat hati menangis

Bersama janji dan orang yang berubah

Entah apa salah dan dosaku
Hari demi hari rasa ini membebani
Hati terasa hancur di kehidupan yang kini
Seolah berjalan sendiri menghadapi jalan yang sepi

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.