TRIBUNTRENDS.COM - Duka mendalam menyelimuti komunitas motor serta masyarakat Bali atas wafatnya Juhaeryah Velina (46), perempuan tangguh yang akrab disapa Tante Jenna.
Sosok yang dikenal ceria, ramah, dan penuh semangat itu meninggal dunia setelah mengalami insiden tragis yang diduga kuat sebagai aksi pembegalan di kawasan Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Bagi rekan-rekannya di komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) Chapter Badung, kepergian Tante Jenna meninggalkan luka yang mendalam.
Ia bukan sekadar anggota komunitas, melainkan figur hangat yang selalu membawa keceriaan di setiap pertemuan.
Di lingkungan pertemanan, Tante Jenna bahkan dikenal dengan julukan khas “Miss Yuhui”.
Baca juga: Rekayasa Bripka AS Bunuh Mahasiswi UMM, Dibuat Seolah Korban Begal, Ada Kejanggalan, Ipar Tak Akur
Sapaan itu melekat karena kebiasaannya membuka percakapan dengan teriakan penuh semangat, “Yuhuii, guys!”, yang selalu berhasil mencairkan suasana dan menghidupkan kebersamaan.
Pada malam nahas tersebut, Tante Jenna baru saja mengikuti rapat dan kegiatan kopi darat (kopdar) bersama komunitasnya di The Forum Gallery Cafe.
Sekitar pukul 22.27 WITA, ia berpamitan dan memutuskan pulang seorang diri menuju kediamannya di kawasan Legian, seperti rutinitas yang biasa ia lakukan.
Namun, perjalanan pulang itu berubah menjadi tragedi. Di ruas jalan yang relatif sepi, Tante Jenna diduga menjadi sasaran dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor.
Berdasarkan keterangan saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV), para pelaku diduga berusaha merampas tas yang dibawa korban. Aksi tersebut membuat sepeda motor yang dikendarai Tante Jenna kehilangan kendali hingga menghantam tiang listrik dengan keras.
Benturan hebat itu menyebabkan Tante Jenna mengalami cedera serius di bagian kepala, disertai pendarahan di telinga dan pelipis. Suara benturan keras mengundang perhatian warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi kejadian. Sementara itu, para pelaku diduga langsung melarikan diri meninggalkan korban.
Tante Jenna sempat dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi cederanya terlalu parah. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026, sekitar pukul 00.10 WITA.
Tragisnya, seluruh barang milik Tante Jenna dilaporkan masih utuh dan tidak sempat dibawa oleh para pelaku. Kepergiannya pun menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas motor dan sahabat-sahabat yang mengenalnya sebagai sosok penuh tawa, kepedulian, dan semangat hidup.
Dalam kesehariannya, Tante Jenna dikenal sebagai pekerja keras dan mandiri.
Perempuan asal Balaraja itu berprofesi sebagai terapis refleksi, sekaligus pengajar di Atlas.
Ia juga dikenal berani, menyukai perjalanan, dan memiliki kecintaan besar pada dunia otomotif roda dua.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang.
Ketua Umum Honda ADV Indonesia, Ali Abel, menyebut Tante Jenna sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar komunitas.
Ia pun mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut demi keadilan bagi almarhumah.
Sementara itu, Heni Kurnianingsih, sahabat dekat korban, mengenang Tante Jenna sebagai pribadi yang hangat dan humoris.
“Dia selalu membawa energi positif. Julukan Miss Yuhui itu bukan tanpa alasan, karena dia selalu bikin suasana hidup,” ujarnya.
Jenazah Tante Jenna telah dipulangkan ke kampung halamannya di Balaraja dan dimakamkan oleh keluarga pada malam yang sama.
Di media sosial, ucapan duka, doa, dan seruan keadilan terus mengalir.
(TribunTrends.com/TribunBali.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.