Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Viralnya video bermuatan asusila yang menampilkan selebgram sekaligus konten kreator asal Kota Ambon, GEGP memantik kemarahan publik.
Pasalnya, video tersebut dinilai publik dapat merusak moral anak-anak.
Dalam klarifikasinya, GEGP menyampaikan permohonan maaf terbuka sekaligus meminta masyarakat menghentikan penyebaran video tersebut.
"Saya mau sampaikan kepada masyarakat Kota Ambon, saya sangat meminta maaf untuk masyarakat," ungkapnya saat diwawancarai eksklusif TribunAmbon.com, Senin (9/2/2026).
Ia mengaku tak menyangka hal ini bisa terjadi.
Secara khusus GEGP meminta maaf jikalau perbuatannya sudah membuat para followers-nya kecewa.
"Saya mohon maaf sekali kalau hal yang saya perbuat ini sudah mengecewakan followers saya," tambahnya.
Ia menyadari bahwa viralnya video tersebut telah memunculkan beragam penilaian negatif terhadap dirinya.
Baca juga: Minta Hapus dan Stop Sebarkan Video, GGEP: Tidak Bagus Dijadikan Konsumsi Publik
Namun, GEGP mengaku menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran hidup.
“Orang-orang sudah menganggap saya yang aneh-aneh. Biarlah kesalahan ini menjadi batu sandungan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Minta Publik Stop Sebarkan Video
GEGP secara tegas meminta masyarakat yang masih menyimpan atau membagikan video tersebut untuk segera menghentikan tindakan itu.
Ia menilai rekaman tersebut tidak pantas dijadikan konsumsi publik dan hanya memperpanjang dampak buruk secara sosial.
“Saya mohon kepada masyarakat semuanya yang masih memiliki video saya dan masih diumbar-umbarkan di semua platform media sosial, tolong stop membagikan,” tegasnya.
Menurut GEGP, video tersebut merupakan bagian dari ranah pribadi yang tidak layak dinilai secara massal. Bahkan, ia mengaku tidak sanggup menonton ulang video tersebut.
Baca juga: Buka Suara Usai Video Asusila Viral, GGEP Ngaku Tidak Ingat, Tidak Tahu dan Tidak Kenal
“Saya pribadi saja tidak mau menonton hal itu karena itu perilaku saya sendiri. Hal-hal seperti itu tidak pantas dan tidak bagus dijadikan konsumsi publik,” ujarnya.
Atas dasar itu, ia meminta siapa pun yang masih menyimpan rekaman tersebut untuk menghapusnya.
“Untuk mereka semua yang masih punya videonya, saya minta tolong hapus video saya,” ucapnya.
Akui Sosok dalam Video adalah Dirinya
GEGP juga secara terbuka mengakui bahwa pria berkaos hitam yang terlihat jelas dalam video viral tersebut memang adalah dirinya.
Ia tidak membantah identitas visual yang selama ini ramai diperdebatkan warganet.
“Seperti yang semua orang sudah lihat, itu jelas muka saya yang ada terpampang dalam video itu,” ungkapnya.
Meski demikian, GEGP mengklaim tidak mengetahui keberadaan video tersebut sebelum beredar luas. Ia mengaku tidak memahami bagaimana dan dalam kondisi apa rekaman itu dibuat.
“Saya sendiri tidak tahu kalau video itu ada. Saya juga tidak tahu apa-apa,” katanya.
Tidak Ingat Kondisi Saat Kejadian
Saat ditanya mengenai kondisi dirinya dalam video tersebut, GEGP mengaku tidak dapat memastikan apakah ia berada dalam keadaan sadar atau tidak.
Ia juga mengaku tidak mengingat secara jelas waktu kejadian itu.
“Saya tidak ingat kejadian dalam video itu kapan, saya sudah lupa. Saya juga tidak tahu apakah saya sadar atau tidak,” jelasnya.
Namun, ia membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tahun ini.
Ketidakmampuan mengingat detail kejadian itu, menurutnya, menjadi beban psikologis tersendiri sejak video tersebut menyebar luas.
Tegaskan Tidak Pernah Sebarkan Video
GEGP dengan tegas membantah keterlibatannya dalam penyebaran video asusila tersebut.
Ia menegaskan tidak pernah mengunggah, membagikan, atau menyebarluaskan rekaman itu ke media sosial maupun platform digital lainnya.
“Saya tidak tahu video itu ada, dan sampai tersebar pun saya benar-benar tidak tahu sama sekali,” tegasnya.
Ia juga mengklaim tidak mengenal pihak lain yang terlihat dalam video tersebut dan tidak pernah memiliki komunikasi maupun hubungan dengan mereka.
“Saya tidak ada komunikasi, belum pernah ketemu, dan tidak kenal sama sekali dengan mereka,” katanya.
Kasus Masih Didalami Polisi
Video tersebut menyebar cepat di media sosial dan memicu berbagai reaksi masyarakat.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat wajah seorang TikToker lokal berinisial GEGP.
Berdasarkan penelusuran, terdapat sedikitnya tiga potongan video dengan durasi masing-masing 7 detik, 46 detik, dan 54 detik, yang diduga direkam di dalam sebuah kamar dengan sprei berwarna hijau tua.
Dalam salah satu adegan, GEGP tampak mengenakan kaos hitam, sementara lawan mainnya terlihat seorang remaja pria berkaos putih yang diduga masih berusia di bawah 17 tahun.
Hingga kini, identitas remaja tersebut belum diketahui secara pasti. Selain itu, dalam salah satu potongan video juga terlihat sosok pria lain yang diduga berperan sebagai perekam.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih menjadi sorotan publik.
Aparat penegak hukum disebut tengah mendalami berbagai aspek terkait video viral itu, termasuk dugaan penyebaran konten asusila serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain yang menyertainya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.