TRIBUNTRENDS.COM - 31 tahun yang lalu, dunia musik dangdut Tanah Air kehilangan salah satu talenta terbaiknya.
Remaja bernama Abiem Ngesti saat itu telah menyandang gelar Pangeran Dangdut dan digadang-gadang sebagai calon penerus Rhoma Irama sebagai Raja Dangdut.
Sayangnya Abiem Ngesti meninggal dunia di usia muda secara tragis.
Masih ingatkah Pangeran Dangdut bernama Abiem Ngesti?
Abiem Ngesti adalah penyanyi dangdut muda Indonesia yang dikenal sebagai Pangeran Dangdut karena lagu-lagunya yang fenomenal pada awal 1990-an.
Namanya mulai melejit lewat lagu Pangeran Dangdut yang dirilis pada awal kariernya.
Album pertamanya laris manis hingga ayahanda Abiem, Wiwien Ngesti, mampu membeli mobil baru dari royalti album tersebut pada tahun itu.
Setelah kesuksesan itu, Abiem merilis album kedua Ini Dangdut sekitar tahun 1992.
Dalam album ini, ia pernah duet dengan Iis Dahlia dan Dewi Purwati.
Kesuksesan berlanjut dengan album Slow Rock, Kugenggam Dunia yang keluar pada pertengahan 1990-an.
Kemudian keluarlah album Leila besutan Wiwien Ngesti.
Selanjutnya, Abiem merilis lagu Sonia yang semakin menegaskan posisinya di dunia musik dangdut.
Abiem kemudian bereksperimen dengan karya sendiri melalui lagu Gadis Baliku pada tahun 1994.
Lagu ini memadukan musik dangdut, rap, dan etnik dengan introducing "Ole ole ole".
Saat itu, Piala Dunia 1994 sedang berlangsung dengan gegap gempita di seluruh dunia.
Lagu Gadis Baliku menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya sebelum kepergian untuk selamanya.
Video klip lagu ini dibuat di Tanah Lot Bali, yang menampilkan keindahan alam Indonesia pada tahun yang sama.
Dalam video tersebut, ia menampilkan kesadaran sosial dan budaya Indonesia yang memukau.
Album kesebelasnya, Dahsyat, menjadi karya terakhir Abiem Ngesti sebelum meninggal dunia.
Prestasi kariernya termasuk penghargaan HDX Awards untuk album Pangeran Dangdut.
Ia juga masuk nominasi BASF Awards pada awal 1990-an.
Video klip Dahsyat meraih Anugerah Dangdut TPI.
Pada tahun 2015, lagu Ini Dangdut dijadikan soundtrack film Hollywood Blackhat karya sutradara Michael Mann.
Film ini mengambil lokasi syuting di Amerika, China, Hongkong, Malaysia, dan Indonesia.
Baca juga: Diberi Minuman Orang Tak Dikenal, Penyanyi Dangdut Langsung Berbusa dan Muntah Darah: Diracun?
Sayangnya, karier Abiem terhenti tragis pada tahun 1995 saat ia baru berusia 16 tahun.
Ia meninggal bersama ibundanya Yuli Ismawati (39 tahun), adiknya Sakti (6 tahun), dan pamannya Kaswito (43 tahun) beserta anak Kaswito, Prima (10 tahun) dalam kecelakaan lalu lintas di Kudus.
Mobil yang ia tumpangi menabrak truk gandeng saat berangkat bersama keluarga besarnya.
Meski telah tiada, Abiem tetap bersinar melalui lagu-lagunya yang terus dibawakan penyanyi lain, seperti Pangeran Dangdut, Ini Dangdut, Rocker Dangdut,
Bandar Dangdut, Sekarang Dangdut, Sonia, Dahsyat, dan karya lainnya.
(TribunTrends/ Amr)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.