TRIBUNNNEWSBOGOR.COM - Internet banking merupakan cara transaksi perbankan hasil perkembangan teknologi.
Tidak hanya menggunakan komputer, transaksi perbankan dengan mengandalkan jaringan internet kini juga bisa dilakukan dengan ponsel masing-masing nasabah.
Namun, meski menawarkan kemudahan transaksi, internet banking memiliki bahaya tersembunyi.
Tak sedikit nasabah terkena jebakan penipuan Hacker sehingga akhirnya uang di rekening nasabah dikuras.
Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya menjabarkan bahwa ada hal-hal yang harus dihindari ketika melakukan transaksi internet banking.
Ini berdasarkan temuan-temuan penipuan-penipuan Hacker terkait internet banking hingga Februari 2026 ini.
Berikut ini tujuh tips aman menurut pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya (@alfonstan) yang dia posting di akun media sosial pribadinya pada 20 Februari 2026.
1. Waspada Transaksi di Hari Libur
Nasabah harus hati-hati melakukan transaksi menggunakan internet banking di hari libur, entah itu weekend atau pun tanggal merah.
"Karena kejahatan digital umumnya dilakukan saat weekend dan kantor bank tutup," kata Alfons.
3. Gunakan Antivirus
Malware buatan Hacker yang menjangkit ponsel atau gadget nasabah bisa membuat situs bank yang dituju teralihkan ke situs palsu untuk phising yang sudah diatur oleh Hacker melalui malware.
"Gunakan antivirus dan pastikan tidak ada Malware yang bisa mengalihkan akses internet banking," kata Alfons.
4. Security is a process.
Alfons mengatakan bahwa dari yang dia perhatikan VPNbca yang tadinya bisa berbagi koneksi antar akun sekarang diperketat dan setiap akun atau token memiliki koneksi VPNnya tersendiri.
"Ini fenomena menarik dan menunjukkan kalau pameo Security is a process itu benar," katanya.
5. Pastikan Alamat Situs Resmi
Nasabah harus teliti dan memastikan alamat situs internet banking yang digunakan resmi, karena tampilan situs penipu atau Hacker bisa dibuat sangat mirip, tapi tidak dengan nama alamat situs.
"Pastikan situs yang anda akses sesuai dengan alamat Internet banking dan bukan situs phishing," katanya.
6. Jangan Mudah Percaya pada orang yang Mengaku CS Bank
Alfons juga mengimbau nasabah untuk jangan mudah percaya jika dihubungi oleh siapapun yang mengaku CS bank, atau kepala cabang bank sekalipun.
"Apalagi minta OTP apply 1 atau apply. Jangankan kepala cabang, Donald Trump sekalipun yang minta jangan anda berikan, itu AI," katanya.
7. Simpan Alamat Resmi Bank
Selalu simpan alamat resmi internet banking dengan fitur favorites atau bookmark peramban atau browser masing-masing untuk meminimalisir terjebak situs phishing saat mencari-cari situs bank.
"Simpan alamat internet banking di favorites dan pastikan tidak ada add on yang tidak anda kenal terinstal pada peramban yang anda gunakan untuk internet banking," ungkapnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.