TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vaksin influenza generasi berikutnya yang mampu memberikan perlindungan lebih luas dan tahan lama dinilai berpotensi menjadi terobosan besar dalam menekan beban flu global.
Hal ini terungkap dalam penilaian terbaru yang dirilis oleh World Health Organization (WHO).
Dalam laporan bertajuk Full Value of Improved Influenza Vaccines Assessment (FVIVA), WHO menegaskan bahwa vaksin generasi baru tidak hanya berpotensi menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat influenza, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dunia dalam menghadapi pandemi di masa depan.
Influenza musiman masih menjadi ancaman kesehatan dunia. \
Setiap tahun, penyakit ini menyebabkan sekitar satu miliar kasus secara global.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3 hingga 5 juta kasus berkembang menjadi penyakit parah, dengan perkiraan 290.000 hingga 650.000 kematian akibat komplikasi pernapasan.
Vaksin influenza musiman yang tersedia saat ini memang membantu mengurangi dampak penyakit.
Baca juga: Pentingnya Vaksin Influenza Mencegah Infeksi Pernapasan, Khususnya Bagi Lansia, Ini Kata Dokter
Namun, efektivitasnya dapat berbeda-beda tergantung musim, jenis produk, serta kelompok populasi yang menerima vaksin.
Selain itu, perlindungan yang diberikan umumnya hanya bertahan selama satu musim.
WHO sendiri secara rutin mengumpulkan para ahli dua kali setahun untuk menentukan komposisi strain vaksin influenza yang akan digunakan.
Saat ini, tercatat 143 negara memiliki program vaksin influenza musiman. Meski demikian, sebagian besar distribusi vaksin masih terkonsentrasi di negara berpenghasilan menengah ke atas dan tinggi.
Laporan FVIVA memperkirakan, apabila vaksin influenza generasi berikutnya—termasuk vaksin influenza universal—tersedia dan digunakan secara luas pada periode 2025–2050, dampaknya akan sangat signifikan.
Vaksin tersebut diproyeksikan mampu mencegah hingga 18 miliar kasus influenza dan menyelamatkan sekitar 6,2 juta jiwa secara global.
Manfaat terbesar diperkirakan dirasakan oleh kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, anak-anak kecil, serta perempuan hamil.
“Penilaian ini memperjelas potensi manfaat yang dapat ditawarkan oleh vaksin influenza yang lebih baik di berbagai lingkungan,” ujar Dr. Philipp Lambach, pemimpin teknis proyek WHO, dikutip dari situs resmi WHO, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, laporan ini memberikan dasar bukti yang kuat bagi para pemangku kepentingan dalam menentukan investasi vaksin influenza di masa depan, pengembangan kebijakan, serta prioritas riset guna mempercepat pengembangan vaksin yang lebih efektif.
Selain berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa, vaksin influenza generasi baru juga dinilai tetap efektif dari sisi biaya, bahkan berpeluang menghemat anggaran kesehatan di berbagai negara.
Tak hanya itu, vaksin influenza turut berkontribusi dalam mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak perlu.
Saat ini saja, vaksin influenza diperkirakan mampu menekan penggunaan sekitar 10 juta dosis antibiotik per tahun.
Ke depan, vaksin generasi baru diproyeksikan dapat mencegah hingga 1,3 miliar dosis harian antibiotik sepanjang periode 2025–2050.
Dampak ini dinilai krusial dalam menekan laju resistensi antimikroba yang kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan global.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.