Denpasar -
Masjid Bahari di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali punya keunikan tersendiri. Di dalam masjid itu, tumbuh pohon kurma setinggi 7 meter. Kok bisa?
Sebatang pohon kurma setinggi sekitar tujuh meter tumbuh menjulang di dalam area masjid yang berada di kawasan Denpasar Selatan tersebut.
Masjid satu-satunya di Pelabuhan Benoa ini dikenal sebagai salah satu masjid di Denpasar yang memiliki pohon kurma dan tumbuh dengan subur.
Menariknya, pohon kurma tersebut berada di dalam area masjid, dekat dengan tempat jamaah melaksanakan salat sehari-hari.
Ketua Pengurus Masjid Bahari, Sutrisno, mengatakan pohon kurma yang ada di masjid dekat dengan Tol Bali Mandara ini sudah ada sejak 2008. Dari ukuran kecil hingga berukuran besar dan terus meninggi.
"Kalau untuk lokasi awalnya sebenarnya ada diluar. Karena ada renovasi, jadinya (pohon dipindah) masuk ke dalam masjid," ujar Sutrisno, Sabtu (21/2).
Pohon kurma dibiarkan tumbuh di dalam masjid agar menjadi ciri khas atau ikon dari masjid yang dibangun sejak tahun 1989 tersebut.
Meski demikian, sempat muncul rencana untuk menebang atau memindahkan pohon kurma itu. Namun, pihak pengurus Masjid Bahari di Pelabuhan Benoa memutuskan untuk membiarkan pohon kurma tetap tumbuh dan menjadikannya sebagai ikon masjid.
"Ada rencana waktu itu, tapi tidak jadi. Dibiarkan masuk ke dalam masjid. Alhamdulillah, aman dan menjadi ciri khas ya di sini," jelasnya.
Pohon kurma di dalam Masjid Bahari di Pelabuhan Benoa (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali) |
Terkait buahnya, Sutrisno mengaku pohon tersebut pernah beberapa kali berbuah. Namun, ia tidak mengingat secara pasti jumlahnya. Buah kurma yang dihasilkan rasanya cenderung sepat.
"Pernah berbuah, tapi saya lupa sudah beberapa kali ya. Pernah saya rasakan, ya agak sepet (sepat). Karena kan di area ini ada di tengah laut, jadi tercampur airnya, agak payau juga," imbuhnya.
Pengurus Masjid Bahari lainnya, Didik, menambahkan masjid yang berdiri di atas lahan sekitar enam are itu awalnya berukuran kecil dengan daya tampung sekitar 40 jamaah.
Seiring berjalannya waktu dan beberapa kali mengalami renovasi, kapasitas masjid kini mencapai 250 jamaah, bahkan bisa menampung hingga sekitar 600 orang saat salat Jumat.
"Dulunya yang saya dapat info kecil masjidnya, cuman 40 jamaah sekarang daya tampungnya 250 jamaah. Terus 3 kali renovasi, sampai bisa nampung jamaah lebih banyak. Kalau Jumatan ada 600 orang," sambungnya.
Ia juga menyebut pohon kurma tersebut tumbuh secara alami dan tetap kokoh meski berada di kawasan pelabuhan yang kerap diterpa angin kencang. Meski jarang berbuah, pohon kurma tersebut tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah maupun pengunjung.
"Kalau untuk berbuah, sudah jarang kami lihat. Kalau pun ada, buahnya nggak besar, kecil. Warnanya kuning dan rasanya ya sepet," pungkasnya.
