BOLASPORT.COM - AC Milan dilanda frustrasi saat menjamu Parma dengan mengalami kekalahan keduanya musim ini di Liga Italia.
Beban berat dipikul anak asuh Massimiliano Allegri saat menjalani pekan ke-26 Liga Italia.
AC Milan diwajibkan menang saat menjamu Parma di San Siro, Minggu (22/2/2026), demi mencegah Inter berlari semakin jauh di puncak klasemen.
Sehari sebelumnya, I Nerazzurri susah payah memetik kemenangan 2-0 di markas Lecce.
Hasil tersebut membuat jarak mereka dengan tetangganya melebar jadi 10 poin.
Tambahan tiga angka atas Parma setidaknya bisa membuat Milan mengembalikan margin tujuh keping seperti pekan lalu.
Tantangan tak mudah karena I Gialloblu bukan tipikal musuh yang gampang ditaklukkan.
Dalam bentrokan pertama musim ini, Milan membuang keunggulan 2-0 untuk disamakan sang rival 2-2 di Ennio Tardini.
Terbukti Parma langsung menggigit dalam peluang pertama di San Siro melalui tembakan Mateo Pellegrino.
Hantamannya melenceng tipis ke samping gawang setelah terkena efek benturan Davide Bartesaghi.
Rossoneri mendapatkan peluang on target pertama saat tembakan lemah Ardon Jashari ditangkap kiper Edoardo Corvi.
Menyusul dua tembakan Christian Pulisic dan Jashari dalam situasi yang sama diamankan Corvi dengan pelukannya.
Mengintip serangan balik, Parma membalas dengan tembakan Gabriel Strefezza yang berhasil diredam Mike Maignan.
Peluang emas didapat Pulisic lagi ketika tendangannya membuat bola memantul rumput dan meleset tipis dari tiang.
Siulan dari tribun San Siro membahana karena tak satu pun gol dibuat kubu tuan rumah selama 45 menit pertama.
Paruh awal ini berakhir dengan 9 tembakan sia-sia dari Milan, sedangkan Parma 4 kali mengancam.
Memasuki babak kedua, Rafael Leao menjadi sorotan dengan aksi yang berbeda.
Pertama, dia melakukan diving di dalam kotak penalti yang berbuah kartu kuning.
Aksinya terjatuh selepas melakukan gocekan yahud dianggap berlebihan karena tarikan Mandela Keita terlampau lemah.
Setelah itu, sang winger Portugal membukukan peluang terbaik Milan ketika tembakan volinya membentur tiang gawang.
Bak efek karambol, bola memantul kena tiang bagian dalam di sisi kiri kiper dan meluncur keluar ke sisi lainnya.
Kebuntuan ini memaksa Milan melakukan perubahan. Pulisic digantikan Niclas Fullkrug untuk menggenjot serangan.
Dengan masuknya sang bomber Jerman, Rossoneri mengubah pendekatan untuk lebih memaksimalkan bola-bola vertikal demi mengejar gol.
Nahas, jala gawang I Diavolo malah bergetar karena sundulan Mariano Troilo yang menanduk bola kiriman sepak pojok.
Wasit meninjau keabsahan gol melalui VAR karena ada indikasi pelanggaran dalam prosesnya, antara Troilo yang melompat di atas Bartesaghi atau pemain lain yang mengganggu pergerakan Maignan.
Setelah dievaluasi, wasit tetap menganggapnya sah. AC Milan tersakiti karena momen kontroversial ini.
Mereka gagal bangkit meski membuat sejumlah peluang lanjutan dan harus menyerah 0-1.
Hasil ini merupakan kekalahan keduanya musim ini di Serie A sejak pekan pembuka kontra Cremonese (1-2) pada 23 Agustus 2025 atau 183 hari yang lalu!
Jalan menuju puncak pun sangat terjal dengan selisih tetap 10 angka dari Inter Milan.
Hasil pertandingan
AC Milan 0-1 Parma (Mariano Troilo 80')
Susunan pemain
AC Milan (3-5-2): 16-Maignan; 23-Tomori (Athekame 85'), 5-De Winter, 33-Bartesaghi; 56-Saelemaekers, 8-Loftus-Cheek (Jashari 11'/Nkunku 85'), 14-Modric, 12-Rabiot, 2-Estupinan (Pavlovic 62'); 11-Pulisic (Fullkrug 62'), 10-Leao. Pelatih: Allegri
Parma (3-5-1-1): 40-Corvi; 15-Delprato, 37-Troilo, 5-Valenti; 27-Britschgi, 10-Bernabe (Caviglia 59'), 16-Keita, 24-Ordonez (Sorensen 59'), 14-Valeri; 7-Strefezza (Ondrejka 76'); 9-Pellegrino (Estevez 90+3'). Pelatih: Cuesta
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.