TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kematian seorang anak berinisial NS (12) di Sukabumi kembali mengundang perhatian publik.
Ibu tiri korban berinisial TR (46) bersikeras bahwa kematian anaknya disebabkan oleh penyakit kanker, bukan akibat penganiayaan.
Pernyataan ini muncul setelah tudingan keras dari keluarga dan masyarakat yang menduga adanya kekerasan dalam rumah tangga.
Baca juga: Nasib Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Sebut Tak Mau Anaknya Jadi WNI, Suami Terancam Dapat Sanksi
NS (12), bocah asal Sukabumi mengembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2/2026) sore.
Di tengah duka, muncul pengakuan dari sang ibu tiri, TR (46), yang kini menjadi sorotan setelah dugaan kekerasan terhadap anaknya viral di media sosial.
NS diduga meninggal akibat dipaksa meminum air mendidih hingga tubuhnya melepuh.
Sebelum wafat, bocah malang ini dikabarkan sempat memberi kesaksian kepada petugas medis bahwa dirinya disiksa oleh ibu tirinya.
Namun, TR muncul dengan bantahan keras pada Sabtu (21/2/2026), mengaku tak pernah melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya itu.
"Terkait penyiraman itu tidak benar dan tidak ada. Kalaupun ada kulit yang melepuh, itu faktor dari panas dalam," ujar TR membela diri.
"Tidak ada yang namanya penyiraman air panas ataupun minum air panas, tidak pernah ada. Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," sambugnya.
Ia mengklaim bahwa luka-luka di tubuh NS adalah dampak dari penyakit kronis yang sudah lama diderita korban.
"Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam," bebernya.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr Carles Siagian, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan autopsi atas permintaan Polres Kabupaten Sukabumi.
Hasil pemeriksaan tim dokter forensik justru menemukan fakta yang kontras dengan klaim penyakit korban.
“Memang hasil sementara yang bisa saya sampaikan terdapat luka bakar di sekujur tubuh korban. Ekstremitas di lengan, di paha, di perut. Kemudian ada luka tumpul juga di bagian bibir dan hidung pasien,” ungkap dr. Carles, Sabtu (21/2/2026).
Meski ditemukan banyak luka, tim dokter belum bisa memastikan apakah luka tersebut yang menjadi penyebab utama kematian NS.
dr. Carles menyebut luka-luka luar itu tidak bersifat mematikan, namun ada kecurigaan pada kondisi organ dalam korban.
“Mengenai penyebab memang kami belum bisa tentukan karena luka-luka tersebut yang kami sebutkan memang tidak menyebabkan kematian," jelasnya.
"Tapi kami melakukan pemeriksaan mendalam mengambil beberapa sampel dari organ-organ dalam dan mengirimkannya dan kami sedang menunggu hasil dari Jakarta,” ucapnya lagi.
dr. Carles mencatat bahwa secara fisik, Nizam tampak seperti anak yang terurus dengan baik.
“Sekedar informasi, anak ini dalam kondisi fisik yang cukup baik artinya terawat, tidak kurus, rambut baik terawat. Tetapi ada luka-luka di sekujur tubuhnya,” imbuh Carles.
Kini, tim medis tengah meneliti apakah keanehan pada organ dalam tersebut murni karena penyakit atau dampak penganiayaan.
“Dari organ-organ dalam memang ada kecurigaan, tetapi kami belum bisa menentukan apakah ini karena sebuah penganiayaan," katanya.
"Ada beberapa kondisi juga yang menyebabkan organ dalam mengalami perubahan, salah satunya adalah penyakit,” sambungnya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.