TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Warga Makassar justru berebut membeli pistol mainan jenis tembak jelly atau gel blaster, setelah empat pemuda di Kabupaten Bone ditangkap polisi.

Pemuda Bone itu ditangkap karena aksi konvoi membawa senjata serupa.

Kondisi ini memicu keresahan, khususnya bagi pengguna jalan.

Toko SGP Toys di Jalan Cendrawasih, Makassar, diserbu pembeli yang ingin mendapatkan senjata mainan tersebut, Senin (2/3/2026).

Mainan berpeluru gel yang sedang viral itu digandrungi anak-anak hingga orang dewasa.

Namun, para pembeli harus kecewa.

Stok tembak jelly telah habis sejak Minggu (1/3/2026).

“Dari kemarin sore kosong,” ujar salah satu karyawan SGP Toys kepada Tribun-Timur.com.

Karyawan lainnya menyebut lonjakan permintaan terjadi sejak memasuki Ramadan.

“Alhamdulillah sangat ramai selama Ramadan ini,” katanya.

Pihak toko memperkirakan stok baru kemungkinan tiba Selasa sore, meski belum dapat dipastikan karena bergantung pada distribusi barang.

Zaki (15), remaja asal Jalan Onta, mengaku sudah mendatangi dua toko.

Sebelumnya ia mencari di toko mainan di Jalan Kakatua, namun hasilnya sama: kosong.

“Dari Kakatua tadi cari, tapi tidak ada juga,” ujarnya.

Ia mengaku tertarik membeli karena permainan perang-perangan menggunakan tembak jelly sedang ramai di lingkungannya.

Zaki bahkan berencana melanjutkan pencarian ke Grand Toserba kawasan Tanjung Bunga.

Harga tembak jelly tergolong tidak murah.

Banderolnya mulai Rp135 ribu untuk tipe termurah hingga Rp635 ribu untuk varian tertinggi.

“Enak kalau tembak jelly, tidak susah kokang dan pelurunya lebih aman karena dari air, langsung hancur kalau kena badan,” jelasnya.

Sementara itu, sebagian pembeli memilih senjata mainan berpeluru plastik sebagai alternatif.

Harganya lebih terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp85 ribu.

Namun, jenis ini dinilai lebih berisiko karena pelurunya berbahan plastik dan harus dikokang setiap kali hendak digunakan.

“Daripada tidak ada, baru mau sekali juga ikut,” kata Putra, warga Barombong.

Empat Pemuda Bone Diamankan

Di tengah tren tersebut, empat pemuda di Kabupaten Bone diamankan Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Bone, Minggu (1/3/2026) dini hari .

Mereka konvoi sepeda motor sambil membawa pistol mainan dan menembakkannya ke arah pengguna jalan.

Aksi itu viral di TikTok dan memicu keresahan warga.

Laporan awal diterima polisi melalui pesan WhatsApp dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pelapor mengaku khawatir karena para pemuda berkeliling sambil menenteng pistol mainan.

“Assalamu alaikum, tabe, banyak remaja keliling jalan memakai pistol mainan dan menembak pengguna jalan. Masing-masing motor ada pistolnya, bisa membahayakan pengguna jalan lain,” tulis pelapor.

Aksi tersebut bahkan disiarkan melalui fitur live TikTok.

Petugas kemudian melacak keberadaan mereka di sekitar Indomaret Jalan Jenderal Sudirman, Bone.

Tim yang dipimpin Aipda Muhammad Rasyid segera bergerak dan mengamankan keempatnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan senjata yang digunakan merupakan pistol mainan berpeluru karet.

Meski bukan senjata api, peluru karet tersebut tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Keempat pemuda masing-masing berinisial RA (18), AMK (20), AS (22), dan KV (23).

Mereka dibawa ke SPKT Polres Bone untuk dimintai keterangan.

Karena tidak ada laporan kerugian resmi, keempatnya hanya diberikan pembinaan dan peringatan keras sebelum dipulangkan.

Identitas mereka tetap dicatat untuk mengantisipasi laporan lanjutan.

Kasat Samapta Polres Bone, AKP Muh. Tahir, menegaskan pihaknya akan terus merespons laporan masyarakat, termasuk yang bersumber dari media sosial.

Ia juga mengimbau warga, khususnya remaja, agar tidak melakukan aksi yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.

Usai penanganan, petugas melanjutkan patroli rutin di wilayah hukum Polres Bone. (*)

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.