TRIBUNJAKARTA.COM, KEMGANGAN - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan terkait penyebab banjir yang terjadi di Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat.
Purwanti mengakui banjir yang sempat merendam kawasan Taman Permata Buana dipicu oleh meluapnya Kali Angke saat pembangunan tanggul masih berlangsung..
Menurut Purwanti, pembangunan tersebut bertujuan memperkuat tanggul pada bagian kali yang sebelumnya belum memiliki turap agar dapat menahan aliran air.
“Sekarang masih proses pembangunan sheet pile atau turap. Supaya bagian Kali Angke yang belum ada turapnya bisa tertanggul,” kata Purwanti, Selasa (10/3/2026).
Ia menuturkan, selama proses pembangunan sebenarnya sudah dilakukan langkah antisipasi dengan membuat tanggul sementara menggunakan geobag dan tanah.
Namun saat kejadian banjir pada Sabtu (7/3/2026) malam, tinggi muka air Kali Angke meningkat sangat signifikan sehingga air tetap meluap ke permukiman warga.
“Nah pada saat pembangunan ini sebenarnya sudah kita antisipasi dengan membuat tanggul pakai geobag dan tanah.
Cuma karena kemarin Kali Angke itu sangat tinggi, sampai tinggi muka airnya sekitar 400, akhirnya meluap,” ujarnya.
Purwanti juga menjelaskan saat ketinggian air sungai terlalu tinggi, pompa tidak dapat langsung dioperasikan.
Petugas harus menunggu permukaan air di kali surut terlebih dahulu sebelum pompa bisa digunakan untuk mengurangi genangan.
“Kalau sudah meluap, penanganannya kita harus menunggu kali itu surut dulu sedikit, baru bisa kita operasikan pompa,” jelasnya.
Adapun proyek pembangunan turap Kali Angke tersebut merupakan proyek yang dimulai sejak 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan panjang pembangunan sekitar satu kilometer.
“Ini kegiatan multiyears dari 2025 sampai 2027. Panjangnya sekitar satu kilometer,” ujar Purwanti.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, terlihat sejumlah pekerja tengah membersihkan sisa lumpur itu dengan menggunakan air.
Adapun lumpur itu merupakan sisa dari banjir yang menggenangi area perumahan elit tersebut sejak Sabtu (7/3/2026) malam.
Petugas keamanan perumahan, Supriadi, mengatakan, banjir melanda dua RW yakni RW 11 dan RW 9 Perumahan Taman Permata Buana.
Ketinggian air saat itu diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 60 sentimeter.
Meski begitu, Supriadi memastikan air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga.
"Airnya hanya sampai di pelataran atau halaman rumah, tidak sampai masuk ke dalam rumah," jelasnya.
Ia menambahkan lumpur yang tersisa di jalan berasal dari tanah proyek pembangunan tanggul yang terbawa arus air saat banjir terjadi.
"Lumpur itu dari tanah yang terdorong arus air karena arusnya cukup deras," ucap Supriadi.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.