TRIBUNNEWS.COM - Tujuh hari setelah Vidi Aldiano berpulang ke pangkuan Tuhan, keluarga masih rutin berziarah ke makam sang penyanyi.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 lalu, setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya.
Kepergian pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat.
Sepekan kepergian Vidi, sang ibunda, Besbarini selalu menyempatkan untuk nyekar ke pusara.
Tampak Besbarini datang bersama sang menantu, aktris Sheila Dara Aisha.
Istri Harry Kris itu datang mengenakan pakaian panjang hitam, sementara Sheila memakai atasan biru, warna kesukaan mendiang sang suami.
Pemain film Sore itu bersimpuh di pusara mendiang sang suami sembari memandangi batu nisan.
Besbarini pun memberikan pesan khusus kepada sang menantu.
Ia berharap aktris kelahiran Bandung, 24 September 1992 itu tetap diberikan kekuatan dalam menjalani hidup tanpa Vidi.
"Untuk Sheila, tetap didoakan, tetap menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi, lebih kuat," ucap Besbarini, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (14/3/2026).
Lebih lanjut, Besbarini juga mendoakan agar putranya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Baca juga: Sheila Dara Kenakan Kerudung Biru saat Pemakaman Vidi Aldiano, Psikolog: Itu Simbol dan Pengingat
"Mudah-mudahan Vidi diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah," harapnya.
Besbarini juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemar Vidi Aldiano yang terus mengirimkan doa untuk sang idola.
Ia berharap doa-doa yang dikirimkan kepada pelantuan lagu Nuansa Bening itu dapat menjadi kebaikan bagi putranya.
"Aamiin Aamiin kita doakan apapun doa-doa terbaik untuk Vidi Allah ijabah," ungkapnya.
Ibunda penyanyi Vidi Aldiano, Besbarini, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian keluarga yang terus mendampingi putranya selama berjuang melawan penyakit.
Besbarini secara khusus memuji kesetiaan menantunya, Sheila Dara Aisha, yang selalu berada di sisi Vidi Aldiano hingga akhir hayatnya.
“Oh iya, istrinya juga sangat setia. Alhamdulillah saya punya menantu baik sekali,” kata Besbarini saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, bukan hanya sang istri, adik-adik Vidi juga turut memberikan dukungan penuh selama masa perawatan.
Mereka disebut selalu bergantian menjaga Vidi bersama pasangan masing-masing.
“Dan adik-adiknya Vidi yang sangat luar biasa yang selalu mereka jaga-jaga di sebelah Vidi bersama istri-istri mereka,” lanjutnya.
Besbarini juga mengungkapkan bahwa putranya mengembuskan napas terakhir dalam keadaan tenang dengan keluarga berada di sekelilingnya.
“Vidi pergi dengan sangat-sangat tenang,” ujar Besbarini.
Sheila Dara turut menjadi sorotan publik setelah kabar meninggalnya Vidi Aldiano.
Sikap diam Sheila Dara saat pemakaman pelantun Nuansa Bening itu pun memicu berbagai spekulasi publik.
Banyak yang memprotes sikap diam bintang film Sore itu, yang tidak menangisi kepergian sang suami.
Tidak sedikit pula yang menilai Sheila justru sangat terpukul dengan kepergian Vidi.
Psikolog, Sani Budiantini Hermawan pun memberikan pandangannnya soal sikap diam Sheila.
Menurut Sani, tidak mudah bagi seseorang menghadapi grieving process atau proses berduka.
Proses berduka adalah sebuah perjalanan mengatasi kehilangan yang sangat individual, seringkali melibatkan tahapan seperti penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
Bahkan, tiga bulan pertama adalah fase yang paling berat.
"Memang grieving process itu masa yang tidak mudah."
"Tiga bulan itu masa yang paling berat, di mana ketika kita kehilangan pasangan," ungkap Sani, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (12/3/2026).
Dukungan dari keluarga sangat penting bagi Sheila untuk melewati masa-masa berat sepeninggal Vidi.
"Jadi biasanya kita juga mengujungi makam, kita ada bersama keluarga terdekat untuk didampingi, karena begitu beratnya atau susahnya proses kedukaan itu berlangsung," bebernya.
Lebih lanjut, Sani menjelaskan, bahwa penting untuk seseorang mengekspresikan kesedihan akibat kehilangan.
Hal itu supaya tidak terjadi delay effect ke depannya.
Baca juga: Berulang Tahun Sehari setelah Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Aaliyah Massaid Kenang sang Sahabat
Delay effect mengacu pada fenomena di mana dampak suatu peristiwa, pesan, atau penghargaan tidak langsung terlihat tetapi baru terlihat setelah jangka waktu tertentu.
"Kedukaan itu memang harus diekspresikan, harus diproses, supaya tidak ada delay effect, atau tidak ada hal-hal yang akan menjadi turbulance gitu di masa yang akan datang," jelasnya.
Sani menambahkan, proses berduka harus dituntaskan dan setiap orang berhak untuk mengekspresikannya dengan caranya sendiri.
"Makanya grieving process itu harus dituntaskan."
"Kedukaan itu adalah hak setiap orang untuk mengekspresikannya dan tidak salah."
"Dan tidak boleh ada orang yang menyalahkan atas ekspresi dari setiap kedukaan," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Yurika/Fauzi Alamsyah)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.