Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Suasana duka menyelimuti kediaman Kaposyan (Kepala Pos Pelayanan) Liku Sembilan yang juga Wakapolsek Taba Penanjung, Ipda Rodi Pasha, di Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Minggu (15/3/2026).

Perwira polisi tersebut meninggal dunia secara mendadak saat hendak menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran.

Saat tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB, suasana haru begitu terasa.

Tangis keluarga pecah ketika Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo datang melayat.

Istri almarhum tampak tak kuasa menahan kesedihan saat menerima kedatangan rombongan kepolisian yang ingin menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan proses pemakaman berjalan lancar.

“Kami di sini datang berusaha untuk melancarkan segala macam urusan pemakaman bahkan sampai tujuh harinya,” ujar AKBP Totok Handoyo kepada istri almarhum di hadapan keluarga yang berkumpul.

Kehadiran Kapolres Bengkulu Tengah menjadi bentuk penghormatan terakhir institusi kepolisian terhadap Ipda Rodi Pasha yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Selain itu, pihak kepolisian juga berupaya membantu keluarga dalam proses administrasi maupun pelaksanaan pemakaman.

Sempat Ada Perdebatan Lokasi Pemakaman

Di tengah suasana duka, sempat terjadi perbincangan mengenai lokasi pemakaman almarhum.

Kapolres bersama istri korban dan Ketua RT setempat berdiskusi untuk memastikan keputusan terbaik bagi keluarga.

Perdebatan muncul karena keluarga besar almarhum banyak berada di Kabupaten Rejang Lebong, sementara rumah almarhum sendiri berada di Kota Bengkulu.

Hal ini membuat keluarga mempertimbangkan apakah jenazah akan dimakamkan di kampung halaman atau di tempat tinggalnya saat ini.

“Saya bukan mau ikut campur atau intervensi, silakan masalah pemakaman dirembukkan baik-baik secara kekeluargaan,” kata Totok.

Setelah melalui musyawarah keluarga, akhirnya diputuskan bahwa Ipda Rodi Pasha akan dimakamkan di Kota Bengkulu.

Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Ketua RT 09 RW 03 Kelurahan Penurunan, Tantawi, yang turut hadir dalam diskusi keluarga.

“Almarhum akan dimakamkan di TPU Kelurahan Anggut, rencananya nanti selepas salat Ashar,” ujarnya.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi rumah serta kemudahan bagi keluarga inti untuk berziarah di kemudian hari.

Meninggal Setelah Mendapat Penanganan Medis

Sebelumnya, Ipda Rodi Pasha meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Sungai Lemau.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kondisi kesehatan almarhum menurun secara tiba-tiba saat dalam perjalanan menuju tempat tugas.

Ia diketahui hendak menuju Pos Pelayanan (Posyan) Liku Sembilan untuk menjalankan pengamanan arus mudik Lebaran.

Namun di tengah perjalanan, almarhum mengeluhkan sesak pada bagian dada.

Merasa kondisi tubuhnya tidak stabil, Ipda Rodi memutuskan berhenti di Pos Terpadu yang berada di pintu exit tol Taba Penanjung untuk beristirahat.

Di lokasi tersebut, ia sempat menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya merasakan tekanan di dada.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mendapati tekanan darahnya cukup tinggi.

Beberapa saat kemudian, saat masih berbincang dengan anggota lain, kondisi Ipda Rodi tiba-tiba memburuk hingga akhirnya pingsan.

Dilarikan ke Rumah Sakit Namun Tak Tertolong

Melihat kondisi darurat tersebut, rekan-rekan sesama petugas segera membawa Ipda Rodi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sungai Lemau untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Dokter dan tenaga medis sempat berupaya melakukan pertolongan selama lebih dari satu jam.

Namun kondisi almarhum tidak menunjukkan perbaikan.

Setelah menjalani penanganan, Ipda Rodi Pasha akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Kepergian mendadak ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi rekan-rekan sesama anggota kepolisian yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi.

Gugur Saat Menjalankan Tugas Negara

Ipda Rodi Pasha dikenal sebagai perwira yang aktif dalam berbagai kegiatan pengamanan, termasuk operasi pelayanan arus mudik.

Sebagai Kaposyan Liku Sembilan sekaligus Wakapolsek Taba Penanjung, ia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas masyarakat selama periode Lebaran.

Kepergiannya saat hendak bertugas menambah kesan bahwa almarhum mengabdikan diri hingga akhir hayatnya.

Beberapa anggota kepolisian yang hadir di rumah duka tampak menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Sejumlah tetangga dan warga sekitar juga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.

Suasana di rumah duka dipenuhi lantunan doa, sementara keluarga terus menerima tamu yang datang silih berganti.

Dimakamkan Selepas Salat Ashar

Berdasarkan rencana keluarga, jenazah Ipda Rodi Pasha dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Anggut pada Minggu sore, selepas salat Ashar.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan penghormatan kepolisian sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum selama bertugas.

Kepergian Ipda Rodi Pasha menjadi pengingat akan beratnya tugas aparat keamanan, terutama saat musim mudik ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.