Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang Kapolsek di Garut berhasil membekuk seorang pria yang diduga mengancam akan membunuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi setelah pria itu tidak terima saat dirinya digerebek petugas ketika sedang mokel atau membatalkan puasa sebelum waktunya pada bulan Ramadan.

Dalam video berdurasi empat menit yang beredar, terlihat Kapolsek langsung turun tangan mengamankan pria tersebut di hadapan warga. 

Terjadi adu mulut antara keduanya hingga berujung sang preman tak berkutik saat dibekuk.

"Kamu kira saya takut? Kamu mau masuk penjara? Sekarang minta maaf kamu kepada saya," ungkap Kapolsek.

Adapun personil kepolisian yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat dengan seorang preman bernama Tio alias Tito Kobra.

Saat dihubungi Tribun, Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih membeberkan kronologi kejadian sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Baca juga: Pungli Wisata Merajalela di Garut Selatan, Warga Minta Preman Berkedok Karang Taruna Disikat

Baca juga: Preman Kampung di Cimanggung Sumedang Ngamuk, Ancam Bakar Sebuah Minimarket

Ia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, dirinya mendapati sekelompok pemuda bersama Tito Kobra sedang asyik menenggak minuman keras di siang hari di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Pakenjeng.

"Sepulang dari safari ramadhan kami lihat ada beberapa motor tapi orangnya tidak ada, kami cek ke bawah ternyata ada orang yang sedang meminum minuman keras," ujar Iptu Muslih, Minggu (15/3/2026).

Ia menuturkan, saat itu ia langsung menegur sekelompok orang itu di hadapan Tito Kobra dengan cara memberikan hukuman berupa push up.

Tito ungkapnya, sempat memberikan keterangan kepadanya bahwa dirinya berpuasa dan anak buahnya tidak berpuasa.

"Saya tindak dengan push up mereka 8 orang, Tio ini intinya tidak terima bahwa anak buahnya itu ditindak push up," ungkapnya.

Dendam 

Kemudian jelas Muslih, pada Jumat (13/3/2026) sore Tito Kobra kemudian mendatanginya dalam kegiatan bagi-bagi takjil bersama warga.

Kapolsek kemudian menghampiri Tito dan mencoba berkomunikasi secara langsung. Dalam percakapan itu, Tito mengaku tersinggung atas tindakan Muslih yang sebelumnya menggerebek dirinya bersama beberapa rekannya saat sedang mokel beberapa waktu lalu. 

Muslih pun sempat menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota kepolisian, namun penjelasan itu tidak diterima oleh Tito.

"Waktu itu dia terus menggerutu karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga berbicara dengan nada kasar dan memaki saya. Saya memilih diam saja," ungkap Muslih.

Namun, ketegangan tersebut kembali memuncak sehingga membuat Muslih langsung melumpuhkan preman kampung tersebut, seperti yang terlihat dalam video yang beredar.

Aksinya itu dipicu oleh perkataan sang preman yang menyebut akan membunuh Kapolsek dan Camat Pakenjeng.

"Dia bicara, kalau begitu, ku aing dipaehan Camat sakalian jeung Kapolsekna (oleh saya dibunuh camat sekalian dengan kapolseknya)," ucap Muslih menirukan perkataan Tito Kobra.

Saat diperiksa, Tito Kobra kedapatan membawa sebilah golok kecil yang terselip di dalam tas yang dibawanya. 

Muslih mengakui dirinya sempat tersulut emosi menghadapi sikap pria tersebut. Meski begitu, ia memilih tidak menempuh jalur hukum dan tidak akan membuat laporan resmi untuk memenjarakan Tito.

"Meskipun sikapnya seperti itu, dia tetap warga saya. Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membina masyarakat, walaupun dalam situasi tertentu risikonya bisa mengancam keselamatan," tandasnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.