SURYA.co.id – Di tengah simpang siur pencarian pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebuah foto misterius mendadak viral di media sosial.

Gambar yang menampilkan dua pria berboncengan sepeda motor itu disebut-sebut sebagai wajah pelaku.

Namun, alih-alih menjadi titik terang bagi penyelidikan, aparat kepolisian justru menemukan sejumlah kejanggalan pada foto tersebut.

Di era algoritma canggih 2026, rekayasa gambar berbasis artificial intelligence (AI) memang semakin sulit dibedakan dari foto asli.

Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis agar tidak ikut menyebarkan hoaks digital.

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS ini sendiri kini telah naik ke tahap penyidikan.

(kiri) Tangkapan layar video dua pengendara motor berboncengan diduga menyiram air keras ke arah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
(kanan) Foto terduga pelaku yang beredar di media sosial.
(kiri) Tangkapan layar video dua pengendara motor berboncengan diduga menyiram air keras ke arah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. (kanan) Foto terduga pelaku yang beredar di media sosial. (istimewa)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan perkembangan tersebut.

“Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby, Sabtu (14/3/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, proses penetapan tersangka memerlukan tahapan formil dalam proses hukum. Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku.

Baca juga: Beda Reaksi Menteri Yusril dan Kompolnas Soal Andrie Yunus Disiram Air Keras Setelah Podcast

Sejumlah Kejanggalan

Foto yang viral di media sosial pertama kali diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @Robe1807 pada Sabtu (14/3/2026).

Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari akun resmi United Nations Human Rights Office yang menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Gambar tersebut memperlihatkan dua pria yang berboncengan sepeda motor.

Pengendara di depan terlihat mengenakan topi biru muda dan helm hitam, sedangkan pria di belakang memakai kemeja biru tua tanpa helm.

Namun setelah dianalisis, polisi menemukan indikasi kuat bahwa foto tersebut kemungkinan hasil rekayasa teknologi AI.

"Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ujar Roby.

Menurut penyidik, penyebaran gambar yang telah dimanipulasi justru dapat mengaburkan identitas pelaku asli dan mengganggu proses penyidikan.

5 Ciri Janggal Foto Hasil Editan AI

PELAKU - (kiri) Terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
(kanan) Foto Andrie Yunus saat aksi Kamisan di kawasan Monas Jakarta, Kamis (10/3/2026)
PELAKU - (kiri) Terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. (kanan) Foto Andrie Yunus saat aksi Kamisan di kawasan Monas Jakarta, Kamis (10/3/2026) (Istimewa/Tribunnews)

Teknologi generatif AI mampu menghasilkan gambar yang tampak realistis.

Namun, sering kali masih meninggalkan “jejak digital” tertentu. 

Berikut beberapa ciri yang biasanya muncul pada gambar hasil rekayasa AI.

1. Detail Jari dan Tangan Tidak Natural

AI sering kesulitan merender tangan manusia secara akurat. Akibatnya, jumlah jari bisa terlihat berlebih, menyatu, atau posisinya tampak tidak wajar.

Dalam foto yang viral, penyidik menemukan bentuk tangan yang dinilai tidak proporsional.

Bahkan pada bagian pinggang kanan pengendara, terlihat tangan yang mengepal dengan bentuk tidak natural.

2. Tekstur Kulit Terlalu Mulus

Foto yang dihasilkan AI kadang memiliki tekstur kulit yang terlalu halus, seperti porselen.

Kulit terlihat tanpa pori-pori, kerutan, atau detail alami yang biasanya muncul pada foto kamera asli.

3. Kejanggalan pada Mata dan Refleksi Cahaya

Pantulan cahaya di mata manusia biasanya simetris dan mengikuti arah sumber cahaya.

Pada gambar hasil AI, refleksi pada kedua mata sering tidak konsisten atau bahkan tidak muncul sama sekali.

4. Latar Belakang yang “Bocor”

Salah satu tanda umum gambar AI adalah distorsi pada latar belakang.

Garis lurus seperti tembok, pagar, atau jalan sering tampak melengkung atau terpotong secara aneh. Warna di sekitar objek juga kadang tercampur secara tidak logis.

5. Aksesoris yang Tidak Konsisten

AI juga kerap gagal merender detail kecil seperti tali tas, kacamata, atau aksesori.

Dalam foto yang viral, penyidik menemukan kejanggalan pada bagian bahu pengendara.

Misalnya, pada bahu kanan pengendara tampak seperti membawa tas ransel, tetapi tidak terlihat tas di bagian punggungnya.

Perbedaan Foto Asli vs Manipulasi AI

Secara umum, foto asli yang diambil kamera memiliki pola cahaya, bayangan, dan detail tekstur yang konsisten.

Sebaliknya, gambar hasil AI sering memiliki detail yang tampak realistis dari jauh tetapi terlihat aneh ketika diperiksa lebih dekat.

Perbedaan lain biasanya terlihat pada:

  • Ketidaksinkronan bayangan dengan arah cahaya
  • Detail kecil yang tidak simetris
  • Objek yang tampak “melebur” dengan latar belakang
  • Garis atau bentuk yang tidak presisi

Karena itu, masyarakat disarankan tidak langsung mempercayai gambar yang viral tanpa verifikasi.

Hukum Sebar Hoaks Foto AI

Penyebaran foto manipulasi yang belum terverifikasi juga bisa menimbulkan risiko hukum.

Apalagi jika gambar tersebut menampilkan wajah seseorang yang kemudian dianggap sebagai pelaku kejahatan.

Dalam konteks hukum di Indonesia, penyebaran informasi palsu atau menyesatkan di internet dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum membagikan ulang foto atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih terus berjalan.

“Belum ke sana (pengunggah foto editan AI). Kami prioritaskan yang lebih utama ungkap perkara penyiraman air kerasnya,” tegas Roby.

Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri juga meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyidikan.

“Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” kata Asep.

Saat ini tim digital forensik kepolisian tengah menelusuri rekaman CCTV asli di sekitar Jalan Salemba I–Talang, Senen, untuk mengidentifikasi pelaku.

“(Identitas pelaku) masih dalam penyidikan,” tutur Roby.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.