TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Arus mudik di jalur Pantura Kota Cirebon, Jawa Barat, menghadirkan pemandangan tak biasa pada Minggu (15/3/2026).
Tak hanya manusia, sejumlah burung peliharaan seperti merpati, kenari hingga cucak ijo juga ikut 'mudik' bersama pemiliknya dengan cara dibawa menggunakan sepeda motor.
Sangkar-sangkar burung terlihat diikat di bagian belakang motor atau ditaruh di atas tumpukan barang bawaan para pemudik yang melintas di kawasan simpang empat Pemuda Kota Cirebon.
Fenomena unik ini terlihat di tengah padatnya arus kendaraan yang didominasi oleh pemudik roda dua yang hendak kembali ke kampung halaman.
Berdasarkan data traffic counting Dinas Perhubungan, dalam enam hari menjelang Lebaran sejak pukul 00.00 WIB, tercatat sekitar ratusan ribu kendaraan telah melintas di jalur mudik Pantura tersebut.
Selain sepeda motor yang membawa berbagai barang bawaan, kepadatan arus lalu lintas juga dipengaruhi oleh kendaraan besar seperti truk yang masih melintas di jalur arteri Pantura.
Baca juga: Daftar Jalan Alternatif Mudik Lebaran 2026 di Jalur Utara hingga Selatan di Jawa Barat
Di antara deretan kendaraan tersebut, beberapa pemudik terlihat membawa sangkar burung peliharaan yang ikut dibawa pulang ke kampung halaman.
Salah satunya adalah Andra Saputra (37), pemudik yang membawa burung merpati di motornya.
Saat ditemui di simpang empat Pemuda Kota Cirebon, Andra mengaku membawa lebih dari satu burung dalam perjalanan mudiknya.
“Burung dara,” ujar Andra saat ditanya mengenai jenis burung yang ia bawa, Minggu (15/3/2026).
Bahkan, ia membawa lebih dari sepasang burung dalam satu perjalanan.
“Dua pasang,” ucapnya.
Andra mengaku membawa burung merpati dari Jakarta untuk dibawa pulang ke kampung halaman.
Ia mengatakan burung tersebut berasal dari wilayah Jakarta Utara.
“Dari Jakarta Utara," jelas dia.
Menurutnya, burung itu dibawa pulang karena merupakan bagian dari hobinya.
“Karena hobi,” katanya.
Ia pun berencana mengembangbiakkan burung tersebut di kampung halaman.
“Buat diternak,” ujarnya.
Meski menempuh perjalanan jauh, ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi burung yang dibawanya.
“Ya enggaklah, kan sudah dikasih makan,” ucap Andra
Selain merpati, ada juga pemudik yang membawa burung jenis cucak ijo dalam sangkar kecil.
Salah satunya adalah M. Fahud (40), yang mengaku sengaja membawa burung tersebut untuk ditangkarkan.
“Burung cucak ijo,” jelas Fahud saat ditanya jenis burung yang dibawanya.
Ia mengatakan, membawa burung saat perjalanan mudik memang memiliki risiko tersendiri.
“Ya, sengaja dibawa, mau ditangkarkan,” katanya.
Ketika ditanya apakah tidak khawatir burung tersebut sakit atau mati selama perjalanan, Fahud mengaku sudah memahami risiko tersebut.
“Ya, itu sudah risiko,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap menikmati perjalanan mudik yang ditempuh bersama burung peliharaannya.
“Iya, seru juga,” ucap Fahud.
Fahud sendiri mengaku telah memulai perjalanan dari Jakarta sejak tengah malam.
“Jam sebelas malam,” jelas dia.
Dari pantauan di lokasi, arus lalu lintas di persimpangan jalan besar di Kota Cirebon terlihat cukup padat.
Ratusan sepeda motor memenuhi badan jalan, diselingi mobil pribadi, bus antarkota hingga angkutan umum.
Sebagian pemudik membawa barang bawaan dalam jumlah banyak, mulai dari kardus besar, tas ransel, matras gulung hingga ban cadangan yang digantung di bagian belakang motor.
Beberapa pengendara bahkan memodifikasi bagian belakang motor mereka dengan tambahan papan kayu untuk menopang beban barang yang cukup besar.
Di antara tumpukan barang tersebut, sangkar burung menjadi salah satu barang yang cukup mencuri perhatian pengguna jalan lainnya.
Sementara itu, menurut data Dinas Perhubungan Kota Cirebon sejak H-7 hingga H-6 pada Minggu malam, jumlah kendaraan pemudik yang melintas di jalur Pantura Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 100 ribu kendaraan.
Jumlah tersebut didominasi kendaraan roda dua dengan rata-rata sekitar 50 ribu kendaraan melintas setiap harinya.
Diperkirakan volume kendaraan di jalur Pantura, khususnya di ruas bypass Kota Cirebon, akan terus mengalami peningkatan hingga H-3 Lebaran.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.