Jakarta -
Wanita asal Indonesia sukses jualan Indomie dan batagor lewat food truck. Tak disangka, kuliner Indonesia ini laris diburu warga lokal Jerman.
Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Eva Hertl sukses memperkenalkan cita rasa kuliner Nusantara di Jerman.
Melalui usaha food truck bernama J-Town Foodtruck Indonesia, ia menjual berbagai makanan khas Indonesia seperti Indomie hingga batagor.
Eva mengaku telah lama tinggal di Jerman. Perempuan asal Jakarta itu menetap di Frankfurt am Main, Jerman sejak 2005.
WNI Jualan Indomie di Food Truck Jerman. Foto: Instagram/@jtownkitchen |
"Sejak tahun 2005 saya tinggal di Jerman tepatnya di kota Frankfurt am Main," ujar Eva kepada detikFood (14/3).
Kecintaannya pada kuliner Indonesia mendorong Eva membuka usaha food truck yang menyajikan makanan khas Tanah Air.
Food truck tersebut diberi nama J-Town Foodtruck Indonesia dan kini cukup dikenal di kalangan warga lokal.
Salah satu menu yang paling banyak diminati adalah batagor. Namun Eva menyesuaikan resepnya dengan selera masyarakat setempat yang cukup banyak mengonsumsi makanan vegetarian.
Potret food truck milik Eva untuk jualan Indomie hingga batagor. Foto: Instagram/@jtownkitchen |
"Menu favorit di truck adalah batagor. Di sini saya kreasikan berisi sayur-sayuran karena banyak peminat makanan vegetarian," jelas Eva.
Selain batagor, menu yang tak kalah populer adalah Indomie. Mie instan asal Indonesia ini diolah menjadi berbagai hidangan seperti Indomie goreng, Indomie soto, hingga versi vegetarian.
Eva menyajikan Indomie dalam bentuk noodle bowl dengan berbagai topping. Mulai dari pokcoy, telur, pangsit, acar, hingga pilihan ayam atau jamur.
Keberuntungan besar juga dirasakan Eva karena ia bisa berjualan di salah satu kawasan pameran terbesar di Jerman.
Area tersebut kerap dipadati pengunjung sehingga peluang bisnis kulinernya semakin terbuka.
Ilustrasi Indomie. Foto: TikTok/Google Review |
Di food truck miliknya, Eva menjual beberapa menu andalan. Noodle bowl Indomie dengan topping ayam dijual seharga 15 euro atau sekitar Rp 260.000.
Sementara untuk varian jamur dibanderol 13 euro atau sekitar Rp 225.000. Menu lain yang tersedia adalah gado-gado seharga 13 euro (sekitar Rp 225.000).
Untuk menu batagor sayur 11 euro (sekitar Rp 190.000) dan siomay ayam 11 euro (sekitar Rp 190.000).
Tak hanya makanan saja, tetapi juga ada menu minuman. Tersedia es teh manis seharga 5 euro atau sekitar Rp 86.000.
Meski harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan harga menu serupa di Indonesia, menu tersebut tetap diminati banyak pelanggan. Eva bahkan sering melihat mangkuk makanan yang kembali dalam keadaan bersih tanpa sisa.
"Dari banyaknya pembelian saya selalu mendapatkan mangkok kosong tanpa sisa makanan di tempat sampah sekitar truck," ujarnya.
Ilustrasi batagor. Foto: Google Image |
Tak jarang pelanggan juga kembali mendatangi food truck miliknya setelah makan. Mereka ingin menyampaikan rasa puas sekaligus berbagi cerita tentang pengalaman berkunjung ke Indonesia.
"Banyak warga lokal setelah makan kembali ke food truck untuk mengungkapkan kepuasan. Ada juga yang cerita pernah liburan ke Indonesia," tambah Eva.
Lewat usahanya ini, Eva merasa bangga bisa memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Baginya, kuliner menjadi cara sederhana untuk mengenalkan budaya Tanah Air di negeri orang.



