Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Puluhan anak yatim piatu dan dhuafa tampak sumringah menyusuri lorong-lorong Pasar Legi Songgolangit, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (16/3/206).
Dengan kantong belanja di tangan, mereka bebas memilih sendiri baju muslim yang diinginkan untuk dipakai saat Hari Raya Idul Fitri.
Bagi anak-anak ini, kesempatan membeli baju lebaran layaknya anak yang masih memiliki orang tua menjadi momen yang begitu membahagiakan.
Terlebih kegiatan tersebut sengaja dihadirkan para donatur agar mereka bisa merasakan hangatnya kebersamaan dan kegembiraan menyambut lebaran.
Pantauan Tribunjatim.com, ada 62 anak yang dibawa oleh sejumlah donatur yang bergabung DKM Baitut Taqwa Kantor Pusat Direktorat Jendral Bea dan Cukai.
Puluhan anak itu awalnya diajak keliling di Pasar Legi. Kemudian tiba di lantai 4 yang merupakan lokasi lapak penjual baju.
Baca juga: Pita Apes Malah Kehilangan Uang saat Ingin Beli Baju Lebaran, Tertipu Akun Centang Biru
Mereka disuruh memilih langsung baju muslim yang diinginkan untuk berlebaran yang tinggal beberapa hari lagi.
Tak tanggung-tanggung, mereka diminta memilih baju sesuka hati sejumlah dua stel.
Alhasil, anak-anak pun terlihat ceria karena bisa memiliki baju lebaran seperti anak-anak pada umumnya ketika idul fitri tiba.
“Alhamdulillah bisa beli baju lebaran seperti yang lain,” ungkap salah satu anak Yatim, Umaira Azizah ditengah-tengah memilih baju lebaran, Senin (16/3/2026).
Dia mengaku bahwa saat diminta memilih baju lebaran sangat senang. Pun memilih sesuai apa yang diinginkannya.
“Alhamdulillah terimakasih, akhirnya bisa beli baju baru,” ucapnya.
Koordinator acara, Fendi Sukamto mengaku sengaja ingin memberikan kebahagiaan bagi anak yatim piatu dan dhuafa menjelang idul fitri.
“Alhamdulillah ari ini kita belanja bersama 62 anak yatim dan dhuafa yang dari berbagai daeraa. Mereka kita ajak untuk beli baju lebaran,” terangnya.
Menurutnya, dia dan teman-temannya berusaha untuk menjadi orang tua mereka sehari. “Biarkan mereka ikut bahagia menyambut lebaran membeli baju baru,” tambahnya.
Dia menyatakan masing-masing anak bebas memilih dua baju. Pertama bisa baju muslim dan satu stel lain baju nebas.
“Jadi masing-masing anak mendapatkan dua stel baju. Mereka kita ajak karena mereka belum bisa membeli baju lebaran sehingga harapan kami dengan acara hari ini mereka ikut bergembira bersama teman-teman seperti teman-teman yang lain yang memiliki orang tua,” pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.