TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sosok Ustaz Solmed ramai dikaitkan dengan pendakwah berinisial SAM.
Sosok pendakwah SAM itu dituding melakukan pelecehan terhadap santri.
Ia bahkan sampai dilaporkan ke pihak kepolisian.
Di tengah ramainya perbincangan soal kasus tersebut, nama Ustaz Solmed pun turut diperbincangkan.
Bahkan inisial nama pendakwah SAM, dikaitkan dengan dirinya.
Atas tuduhan tersebut, Ustaz Solmed menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok yang dimaksud.
Menurutnya, publik salah alamat menganggap SAM adalah dirinya.
Baca juga: 500 Paket Sembako Dibagikan PT Vale ke Santri dan Yatim Piatu di Kendari Sulawesi Tenggara
"Ya itu adalah salah sasaran. Jadi SAM itu bukan saya. Mereka menduga SAM itu saya, dipikir nama saya Soleh Ahmad Mahmud," ujar Ustaz Solmed saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) dikutip dari Tribunnews.com.
"Sejak kapan nama saya ada Ahmad-nya?” tuturnya.
Melihat ramainya tuduhan terhadap dirinya, Solmed pun melakukan klarifikasi.
Ia menegaskan nama lengkapnya adalah Sholeh Mahmoed Munawir.
Sehingga, berbeda jika diinisialkan menjadi SAM.
“Makanya saya klarifikasi, nama saya itu Sholeh Mahmoed Munawir,” katanya.
Atas kasus ini, Ustaz Solmed mengaku banyak yang menghubunginya.
Termasuk pelapor kasus tersebut.
Sang pelapor pun langsung mengklarifikasi kepada Solmed bahwa sosok yang dilaporkan bukan dirinya.
“Dan malam harinya pelapor itu menelepon saya kalau SAM itu memang bukan saya, dan dia sebut SAM itu siapa. Dan saya tahu siapa yang dimaksud dengan SAM,” ungkapnya.
Meski sempat menjadi perbincangan, Ustaz Solmed mengaku tidak merasa dirugikan secara pribadi atas kabar yang beredar tersebut.
Namun, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi fitnah yang berlarut-larut.
“Saya nggak merasa rugi, karena nggak tahu apa yang dirugikan. Kecuali saya harus menyampaikan klarifikasi, karena apapun bentuk fitnah harus dibantah ketika itu memang tidak kita lakukan,” jelasnya.
Ustaz Solmed mengakui sempat menerima banyak komentar dari warganet di media sosialnya setelah konten yang dianggap fitnah itu beredar.
Menurutnya, banyak orang yang awalnya salah paham hingga akhirnya menyerang akun Instagram miliknya.
“Iya justru itu, karena ada konten fitnah yang sengaja dibuat untuk menyudutkan saya, akhirnya komen banyak masuk ke saya,” katanya.
Namun setelah dirinya memberikan klarifikasi, sebagian besar warganet justru menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf.
“Tapi begitu saya klarifikasi, mereka justru komentar meminta maaf. Bahkan ada yang bilang, ‘Waduh salah lapak nih, kita putar balik yuk.’ Itu menandakan mereka sudah tertipu oleh konten fitnah sehingga nyasar ke IG saya,” pungkasnya.(*)
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.