Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


WARTAKOTALIVE.COM, KOTA BEKASI - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi memastikan ketersediaan bahan pangan jelang Lebaran 2026 dalam kondisi aman.

Meski Kepala DKPPP Kota Bekasi, Karto, mengatakan terjadi lonjakan permintaan dari masyarakat.

Berkaitan hal itu, DKPPP telah melakukan koordinasi dengan beragam pihak, termasuk Bulog dan para penyuplai pangan, guna memastikan pasokan tetap terjaga.

“Untuk persiapan pangan menjelang Lebaran, setelah kami koordinasikan dengan Bulog dan penyuplai pangan untuk Kota Bekasi, kondisinya aman,” kata Karto dikutip dari talkshow Ridho Berpeci, Selasa (17/3/2026).

Karto menjelaskan, terjadi peningkatan permintaan yang signifikan dalam sepekan terakhir menjelang hari raya. 

Kondisi ini dinilainya turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama daging.

“Memang dalam tujuh hari menjelang Lebaran itu permintaan meningkat tinggi. Ini berpengaruh terhadap harga, terutama daging,” jelasnya.

Karto menuturkan, saat ini, harga daging di pasaran menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. 

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Resmikan Kantor Sat Pamobvit Polres Metro Bekasi

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh tingginya ketergantungan pada daging impor serta kondisi geopolitik global.

“Kebanyakan daging kita impor, termasuk dari Australia. Jadi kondisi geopolitik juga berpengaruh terhadap harga,” tuturnya.

Sebagai langkah menginiasi peristiwa itu, Karto menyampaikan pihaknya sempat menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Bekasi Timur pada Kamis (12/3/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, daging dijual dengan harga lebih rendah, yakni Rp100.000 per kilogram.

Selain daging, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. 

Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Baca juga: Tak Hanya Titik Strategis, Satpol PP Kota Bekasi Patroli Rumah Kosong selama Mudik Lebaran

"Pasokan cabai masih relatif aman karena disuplai dari sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta dari pasar induk," ucapnya.

Namun demikian, Karto mengingatkan adanya potensi hambatan distribusi bahan pangan akibat arus mudik serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tak hanya itu, usai Lebaran, ketersediaan pangan juga berpotensi terganggu lantaran banyak pedagang yang pulang kampung.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, DKPPP Kota Bekasi memastikan stok pangan secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

“Mudah-mudahan kondisi pangan tetap tersedia dan aman,” pungkas Karto. (M37)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.