TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Jalur Pantai Utara (Pantura) di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat arah Jakarta tampak padat merayap pada Selasa (18/3/2026) malam.
Kendaraan didominasi kendaraan besar seperti bus antarkota dan truk logistik.
Kepadatan jalur tersebut imbas penerapan sistem satu arah (one way) di ruas tol Trans Jawa.
Pantauan di Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, menunjukkan antrean panjang kendaraan mengular di tengah gelapnya malam.
Cahaya lampu kendaraan dan penerangan jalan memantul di aspal, mempertegas kepadatan arus lalu lintas yang bergerak perlahan.
Dalam rekaman video yang beredar, arus kendaraan tampak didominasi bus-bus besar seperti PO Garuda Mas, Mahardhika, hingga Sumber Putra Kembar, disusul truk logistik, mobil pribadi dan sepeda motor yang sesekali menyelip di sela-sela kemacetan.
Suara bising mesin kendaraan, desis rem angin khas truk dan bus, hingga klakson 'telolet' terdengar bersahutan, menambah suasana riuh di jalur utama mudik tersebut.
Lampu LED berwarna-warni dari bus juga menciptakan pemandangan khas 'bus mania' di tengah padatnya arus lalu lintas malam hari.
Seorang sopir truk, Janu (44) mengaku, kepadatan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan one way di jalan tol yang membuat kendaraan dialihkan ke jalur arteri.
“Ya, imbas one way ini, Mas. Baru dikeluarkan (dari tol),” ujar Janu saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026) malam.
Ia menyebut, dirinya keluar dari ruas tol di wilayah Brebes sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan melalui jalur Pantura.
“Hah? Brebes,” ucapnya, saat ditanya titik keluar tol.
Janu juga menggambarkan kondisi lalu lintas sebelumnya yang cukup parah.
“Macet parah!” jelas dia, singkat.
Baca juga: Kurangi Lelah di Perjalanan, Pemudik Motor Disarankan Manfaatkan Tempat Istirahat di Jalur Pantura
Meski demikian, ia tetap melanjutkan perjalanan menuju Jakarta di tengah kepadatan arus kendaraan.
“Mau ke Jakarta,” katanya.
Sementara itu di pintu masuk Gate Tol Ciperna arah Jakarta, juga terlihat papan pengumuman bertuliskan “ONE WAY - ARAH BANDUNG / JAKARTA LEWAT ARTERI” yang mengonfirmasi adanya pengalihan arus kendaraan dari tol ke jalur Pantura.
Antrean kendaraan yang terdiri dari bus, truk, hingga rombongan pemudik motor tampak memenuhi seluruh badan jalan.
Pergerakan lalu lintas pun hanya bisa dilakukan secara perlahan dengan sistem stop and go.
Fenomena ini menjadi gambaran nyata dampak rekayasa lalu lintas saat arus mudik mulai memasuki puncaknya.
Sebelumnya, arus lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon juga mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak H-4 Lebaran.
Ribuan kendaraan memadati Simpang Empat Pemuda sejak sore hingga malam hari.
Antrean kendaraan terlihat mengular di ruas jalan multi-lajur, didominasi mobil pribadi, sepeda motor, hingga kendaraan logistik yang saling berdempetan.
Kepala Pos Pengamanan Simpang Pemuda Polres Cirebon Kota, Iptu Suganda mengatakan peningkatan, arus kendaraan mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB, terutama dari arah Jawa menuju Jakarta.
“Untuk kepadatan arus lalu lintas tadi sekitar pukul 15.00 WIB sudah terdapat peningkatan, khususnya kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem one way di jalan tol memicu lonjakan kendaraan di jalur arteri Pantura.
Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, juga membenarkan adanya dampak dari kebijakan tersebut.
“Biasanya jalur arteri, khususnya Pantura, akan terkena imbas pembuangan arus dari tol saat one way diberlakukan,” katanya.
Baca juga: Foto-foto Pemudik Motor Mulai Padati Jalur Pantura Cirebon
Data dari Tim Traffic Count Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat, sebanyak 62.858 kendaraan melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah hingga pukul 19.30 WIB, dengan dominasi sepeda motor mencapai 53.104 unit.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang lebih parah, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon–Indramayu.
“Kami siap memberikan pelayanan agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman, dan rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai asesmen di lapangan,” ujar Eko.
Diketahui, pemberlakuan sistem one way di ruas tol mulai dilakukan pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, sebagai bagian dari strategi pengaturan arus mudik Lebaran.
Penulis: Eki Yulianto
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.