TRIBUNKALTIM.CO - Proses pencarian terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) Speedboat Habibi Express yang dilaporkan terjatuh di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, masih terus dilakukan hingga Kamis malam (19/3/2026) pukul 20.00 WITA.
Korban diketahui bernama Firman. Ia terjatuh saat speedboat dalam perjalanan dari Tarakan menuju Kabupaten Tana Tidung sekitar pukul 16.25 WITA.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho, menjelaskan bahwa speedboat tersebut berangkat dari Tarakan pada pukul 14.15 WITA dengan membawa tiga ABK dan satu motoris.
“Pada pukul 14.15 WITA, Speedboat Habibi berangkat dari Tarakan menuju Kabupaten Tana Tidung dengan tiga ABK dan satu motoris,” ujarnya.
Perjalanan yang diperkirakan tiba sekitar pukul 17.00 WITA itu mendadak berubah menjadi situasi darurat saat salah satu kru menyadari korban telah terjatuh ke sungai.
Baca juga: Imam Wafat Usai Pimpin Salat, Direktur RSDSS Tanjung Selor Ungkap Kronologi Lengkap
Terjatuh di Perairan Desa Sebawang
Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WITA ketika speedboat melintas di wilayah Desa Sebawang, tepatnya di sekitar Pelabuhan Feri Sebawang.
Salah satu ABK melihat Firman terjatuh dari bagian atas speedboat.
“Saat di daerah Desa Sebawang melewati pelabuhan feri, salah satu ABK melihat ABK atas nama Firman terjatuh dari speed,” jelas AKBP Eko.
Mengetahui kejadian tersebut, nahkoda langsung memutar arah speedboat untuk kembali ke lokasi jatuhnya korban.
Namun, pencarian awal yang dilakukan di titik kejadian tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, 3 WNI yang Jadi ABK Hilang, Penjelasan Kedubes RI
“Speed langsung putar balik menuju titik jatuh, tetapi tidak melihat korban,” katanya.
Pencarian Dilanjutkan Tim Gabungan
Upaya pencarian awal dilakukan hingga sekitar pukul 17.20 WITA, namun korban belum ditemukan.
Speedboat kemudian sempat menuju Pelabuhan Keramat untuk menurunkan penumpang sebelum kembali lagi ke lokasi guna melanjutkan pencarian.
“Pukul 17.30 WITA speed menuju Pelabuhan Keramat untuk mengantar penumpang, kemudian kembali lagi ke lokasi untuk melakukan pencarian,” tambahnya.
Hingga malam hari, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Tana Tidung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Sewa Stroller di e-Walk Balikpapan, Solusi Praktis Orang Tua di Mal
Penyisiran difokuskan di sepanjang perairan Sungai Sesayap, yang dikenal memiliki arus cukup kuat, terutama saat kondisi air pasang.
Kapolres Tana Tidung juga menjelaskan bahwa dalam kondisi normal saat pelayaran, para ABK biasanya berada di bagian atas speedboat, baik dalam posisi duduk maupun berbaring.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko jika terjadi kehilangan keseimbangan, terutama saat kapal melaju dengan kecepatan tinggi atau menghadapi gelombang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan keselamatan kerja di sektor transportasi air, khususnya bagi para kru kapal yang bertugas di jalur perairan.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban.
“Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban di wilayah perairan Sungai Sesayap,” pungkas AKBP Eko. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.