TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan mobil dan Bus Agra Mas di ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 290, masuk wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026), sekitar pukul 05.33 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan lima orang penumpang mobil meninggal dunia, satu di antaranya adalah seorang balita.
Ternyata kelima korban merupakan satu keluarga yang hendak mudik dari Bekasi menuju Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Kelima korban berada di dalam mobil Toyota Calya bernomor polisi B 2399 FFR.
Tidak ada korban jiwa dari penumpang atau kru Bus Agra Mas bernomor polisi T 7266 DA.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribun Jateng, identitas kelima korban tewas adalah:
Baca juga: Satu Keluarga Asal Batam Alami Kecelakaan saat Mudik ke Palembang, Mobil Masuk Jurang
Humas RS Siaga Medika Pemalang Indra Setiawan mengonfirmasi identitas kelima korban tewas tersebut.
Indra juga menjelaskan bahwa tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sedangkan dua korban lainnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit setelah mendapatkan penanganan.
"Tiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba dari lokasi kejadian."
"Satu korban meninggal di IGD setelah sempat dilakukan penanganan," jelas Humas RS Siaga Medika Pemalang Indra Setiawan, Kamis.
Khusus untuk korban balita meninggal dunia pukul 16.35 WIB setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Siaga Medika.
"Korban balita berusia tiga tahun dalam kondisi kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter pada sore hari, sekitar pukul 16.35 WIB," kata Indra.
Seluruh jenazah telah ditangani pihak rumah sakit sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Peron, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.
"Pihak rumah sakit telah melakukan perawatan jenazah, kemudian seluruh korban dipulangkan ke keluarga di Kecamatan Petarukan," tambahnya.
Indra mengungkapkan, semua korban rata-rata mengalami cedera kepala berat.
Diduga Mengantuk
Sementara, Kasatlantas Polres Tegal AKP Bharatungga Dharuning Pawuri mengatakan, kecelakaan diduga dipicu sopir mobil mengantuk.
Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukan tanda-tanda pengereman di lokasi kecelakaan.
"Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan jejak pengereman."
"Kendaraan juga tidak terlihat melambat sebelum menabrak."
"Dugaan sementara, pengemudi mengantuk. Namun masih kami dalami," katanya.
Benturan antara mobil dengan bus diduga cukup keras.
Mobil yang membawa para pemudik tersebut remuk dan nyaris tak berbentuk.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kecelakaan.
(TribunBatam.id)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.