TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Ogoh-ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh Denpasar sukses hipnotis ribuan penonton saat malam Pengerupukan di Catus Pata Denpasar, Bali, Rabu 18 Maret 2026.
Bagaimana tidak, ogoh-ogoh Sapa Warang karya Sekaa Teruna (ST) Gemeh Indah yang dikepalai Seniman asal Gemeh, Marmar Herayukti dibuat dengan sedetail mungkin.
Perpaduan warna abu-abu pada ogoh-ogoh dengan pernak-pernik yang dikenakan berwarna emas juga terlihat tampak selaras.
Lantas apa makna ogoh-ogoh Sapa Warang ? Mengapa badannya terkoyak dan seperti menangis ? Marmar pun menjawab pertanyaan tersebut kepada Tribun Bali.
Baca juga: Wabup Badung Bagus Alit Sucipta Dorong Kreativitas Yowana, Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV
Pria berusia 42 tahun tersebut mengatakan, Sapa Warang membicarakan tentang satu hal yang sangat alamiah, kodrati yang telah dibawa oleh manusia sejak lahir.
"Dia (Sapa Warang) itu bagaikan mantra pertama yang diucapkan oleh manusia pada saat dia lahir itu adalah tangisan. Dalam segi bahasa tangis itu mengandung tangi. Tangi itu artinya sadar atau bangun begitu juga dalam bahasa Bali disebut ngeling atau eling yang berarti ingat," jelas, Marmar.
Lebih lanjutnya, ia berpandangan bahwa tangis ini adalah satu alat yang diberikan Tuhan pada manusia untuk mengiringi manusia dalam perjalanan hidupnya.
Sudah diatur bahwa manusia dalam hidupnya akan menemui banyak rintangan dan tantangan. Bahkan itu mungkin menyesakkan hingga menyakitkan. Bahkan menyenangkan sekalipun semua itu diiringi oleh tangisnya sendiri.
Jadi setiap kejadian apakah itu hal yang bahagia, senang, pencapaian yang luar biasa, rasa haru, rindu, sampai rasa sakit sekalipun, kalau menyentuh dengan halus dan dimaknai dengan halus dan benar dengan rasanya pastinya akan diiringi dengan tangis itu.
"Jadi Sapa Warang sebenarnya kita harus ingat pada diri kita dan apa sebenarnya tujuan kita hidup. Jadi hidup itu gak tentang senang-senang, gak tentang mencari kebahagiaan saja. Hidup itu justru tentang melewati tantangan demi tantangan. Hidup itu juga justru melewati peristiwa demi peristiwa. Sehingga kita sadar fungsi kita hidup ini seharusnya seperti apa," bebernya.
Ogoh-ogoh Sapa Warang ini sekaligus penggambaran bahwa manusia kebanyakan tidak mengerti proses alami.
Ketika melihat sesuatu keberhasilan yang dipikir terlebih dulu adalah ujung keberhasilannya, tanpa membaca prosesnya bahwa proses itu ada banyak jalan berduri dan lain sebagainya yang harus ditempuh.
Sehingga manusia mengupayakan dirinya untuk tetap bahagia seperti pencapaian orang lain.
Tidak ingat dengan apa swadarmanya, apa sebenarnya tujuan hidupnya.
Tangisan Sapa Warang ini selalu mengingatkan manusia saat terlalu bahagia, agar mengingat kembali bahwa ada hal lain yang juga sama tandanya atau menangis.
Kebanyakan orang tak suka menangis saat ini karena dalam dirinya mungkin terlalu banyak berekspektasi tentang bahagia dan lain sebagainya.
Pesan Sapa Warang adalah kalau kita ingin tahu, kita harus mengalami hal itu. Kalau mengalami suatu kejadian harus mengingat maka saat bangkit nantinya akan muncul rasa rindu. Rindu dengan siapa sebetulnya? Ada sesuatu dalam hati manusia yang tidak pernah bohong, tubuh selalu jujur.
"Makanya di situ saya simbolkan dengan bentuknya Ibu Pertiwi yang terkoyak badannya tapi tetap menangisi kita. Pengelingne raga gitu jadi diingatkan kita sama Ibu Pertiwi itu bahwa kamu harus ingat, badan ini selalu jujur. Bagian paling kecil dari bumi ini adalah badan kita. Badan ini selalu jujur ngasih tahu kita, termasuk ngantuk, lapar, dan sakit, apapun itu," bebernya.
Marmar menekankan bahwa agar selalu mendengarkan kata hati.
Penggambaran Sapa Warang sangat personal namun kalau dilihat elemen-elemen pada tubuh ogoh-ogoh tersebut, sebenarnya sudah menjelaskan apa yang terjadi di dunia ini? Ada meriam di depannya yang bentuknya diambil dari Jaladwara atau pancuran air suci namun keluarnya bukan air suci lagi, tapi bentuknya menjadi meriam yang menghancurkan banyak hal.
"Itu sebenarnya simbol-simbol yang saya bikin bahwa manusia hanya mengejar apa yang dia mau saja. Bukan menjalani apa yang menjadi tugasnya," tandasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.