Jakarta -
Seorang pelanggan mengecam sebuah restoran. Ia merasa privasinya diganggu karena masuk ke dalam livestreaming restoran tanpa ada izin terlebih dahulu.
Promosi merupakan salah satu bentuk restoran supaya dikenal lebih luas ke banyak orang. Biasanya promosi tersebut dilakukan lewat unggahan media sosial.
Beberapa restoran juga memiliki gaya promosi, seperti mengunggah testimoni pelanggan terhadap makanan dan pelayanan mereka. Terkadang wajah pelanggan masuk ke media sosial untuk membagikan ulasan jujur mereka.
Sayangnya cara promosi restoran kerap dianggap sudah di luar batas yang mengacaukan privasi pelanggan, seperti di restoran ini.
Belum lama ini seorang pria Malaysia membagikan pengalaman kurang menyenangkannya usai makan di restoran. Lewat unggahan di akun Thread @mar.syikin, restoran yang tidak disebutkan namanya ini diduga merekam para pengunjung yang sedang makan di tempat untuk keperluan live streaming (siaran langsung) media sosial restoran, lapor thesun.my (31/3).
Pria tersebut mengungkap dirinya sangat tidak suka ketika makan di restoran dan ada orang menyalakan siaran langsung (live) dan menyorot wajahnya. Menurutnya hal tersebut melanggar privasi dan membuatnya sulit untuk menikmati makanan dengan tenang.
"Saya sangat tidak suka ketika makan di restoran dan seseorang melakukan live (siaran langsung) menyorot wajah saya langsung," ujarnya.
Pelanggan merasa privasinya terganggu karena restoran menyalakan live streaming. Foto: Getty Images/Marco_Piunti |
Jika dilihat dari unggahan fotonya, memang ada handphone dan tripod yang diletakkan di atas etalase kaca restoran. Handphone tersebut juga mengarah ke meja pelanggan.
Unggahannya lantas mengundang reaksi beragam dari para netizen.
"Saya muak ketika saya membeli sesuatu di toko dan melihat pegawai menyalakan live streaming dan wajah pelanggan masuk," ujar seorang netizen.
(Foto hanya ilustrasi) Pelanggan lain setuju kalau seharusnya restoran melindungi privasi pelanggan. Foto: Getty Images/Marco_Piunti |
Netizen lain juga mengaku tidak akan datang ke sebuah toko atau restoran yang sudah menata kamera dan memasukkan wajah pelanggan.
"Saya juga seorang pelaku bisnis dan saya terkadang menyalakan siaran langsung, tetapi sama menjauhkan kamera ke bawah ketika sedang melayani pelanggan," ujar netizen ini.
Netizen lain setuju kalau pelaku usaha sah-sah saja melakukan siaran langsung. Tetapi sebaiknya hanya fokus ke makanan, menu, atau paling tidak staff restoran.
"Mengarahkan langsung ke meja pelanggan terlalu berlebihan. Setidaknya hargai privasi pelanggan karena pelanggan hanya mau menikmati makanan mereka dengan tenang," lanjut netizen ini.

