TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita membagikan kisah rumah tangganya yang kandas setelah sang suami secara terbuka mengakui telah memiliki kekasih lain.

Tidak hanya itu, pria tersebut juga menyatakan keinginan untuk berpoligami dengan alasan hubungan mereka sudah tidak lagi memiliki cinta dan terasa hambar.

Kisah itu diungkapkan langsung oleh wanita tersebut melalui unggahan di media sosial Threads.

Dikutip dari Mstar.com, Minggu  (5/4/2026), dalam ceritanya, ia mengaku perselingkuhan suami terbongkar setelah dirinya berinisiatif untuk berhadapan langsung dan meminta penjelasan.

“Suami saya ketahuan punya pacar. Saat saya berhadapan langsung, suami mengaku dan memutuskan ingin berpoligami,” tulisnya.

Ia mengungkapkan, alasan yang disampaikan suaminya cukup menyakitkan. Menurut sang suami, hubungan mereka sudah kehilangan “spark”, sehingga menjadi penyebab dirinya menjalin hubungan dengan wanita lain.

Bahkan, perempuan yang diduga sebagai selingkuhan itu disebut mengetahui keberadaan dirinya sebagai istri sah.

“Katanya, penyebab dia selingkuh karena sudah hilang ‘spark’ antara kami. Wanita itu juga tahu tentang keberadaan saya,” lanjutnya.

Wanita tersebut mengakui bahwa kondisi rumah tangga mereka memang terasa hambar dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, ia menegaskan tidak pernah terjadi pertengkaran besar di antara mereka. Hubungan yang renggang lebih disebabkan oleh kebiasaan memendam perasaan masing-masing.

“Hubungan kami memang terasa hambar. Tidak ada pertengkaran, lebih kepada sama-sama memendam perasaan. Suami juga tidak pernah mengajak bicara baik-baik tentang apa yang dia rasakan,” tulisnya.

Setelah pengakuan itu, hubungan suami dengan kekasih barunya disebut semakin terbuka.

Jika sebelumnya masih dilakukan secara diam-diam, kini keduanya tidak lagi bersembunyi darinya. Situasi tersebut membuat luka yang ia rasakan semakin dalam.

Awalnya, sang suami hanya menyampaikan keinginan untuk berpoligami. Namun, perkembangan berikutnya justru lebih mengejutkan.

Pria tersebut memutuskan untuk menceraikannya demi melanjutkan hubungan dengan perempuan lain secara sah.

Keputusan itu membuat wanita tersebut terpukul. Meski merasa tersakiti, ia mengaku belum sanggup menerima perceraian. Ia menyebut masih memiliki rasa sayang terhadap suami dan keluarga yang telah dibina bersama.

“Sekarang suami bersikeras ingin melanjutkan perceraian, tapi saya tidak setuju karena terlalu cepat bagi saya untuk memproses semua yang terjadi,” tulisnya.

Selain faktor perasaan, ia juga mengkhawatirkan masa depan anak-anak mereka, terutama terkait nafkah setelah perceraian.

Dalam unggahannya, ia secara terbuka menanyakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk menuntut hak nafkah anak apabila perceraian benar-benar terjadi.

“Saya masih menyayangi suami dan keluarga. Tapi kalau memang harus bercerai, apa langkah pertama yang harus saya lakukan untuk menuntut nafkah anak?” tulisnya.

Curahan hati tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan moral dan menyarankan agar ia mempertimbangkan untuk merelakan suaminya.

Sebagian besar menilai bahwa pria tersebut telah menunjukkan sikap tidak lagi memiliki perasaan terhadap istrinya.

Sejumlah warganet juga berpendapat bahwa poligami bukanlah solusi atas permasalahan rumah tangga yang sedang dihadapi.

Mereka menilai, jika hubungan sudah terasa hambar dan komunikasi tidak berjalan baik, menambah pasangan justru berpotensi memperparah kondisi.

“Lebih sakit lagi kalau dia tidak pulang-pulang ke rumah. Mau seperti itu?” tulis salah satu warganet.

Komentar lain menekankan pentingnya memprioritaskan hak diri sendiri dan anak-anak.

“Dia sudah memilih perempuan itu dan kamu harus bersiap memikirkan hakmu dan anak-anak. Untuk apa memikirkan dia lagi?” tulis warganet lainnya.

Hingga kini, belum diketahui bagaimana kelanjutan rumah tangga wanita tersebut. Namun kisahnya kembali memantik perbincangan publik mengenai komunikasi dalam pernikahan, persoalan perselingkuhan, serta dampak keputusan sepihak dalam rumah tangga terhadap pasangan dan anak-anak.

(cr31/tribun-medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.