Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (5/4/2026) malam.
Korban diketahui bernama Oka Septa Rahman Ditya alias Alea (27), warga Kampung Upas, Kelurahan Nagrikidul. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, diduga telah meninggal dunia lebih dari dua hari.
Pelaksana Tugas Kapolsek Purwakarta Kota, AKP Enjang Sukandi, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur, mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru.
Baca juga: BREAKING NEWS: Live Streamer Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Sindangkasih Purwakarta, Warga Geger
"Diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari dua hari, karena kondisi jenazah sudah dalam proses pembusukan," ujar Enjang saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Senin (6/4/2026).
Ia mengatakan, penemuan ini bermula dari kecurigaan pengelola kos yang sudah hampir sepekan mencoba menghubungi korban namun tidak mendapat respons.
Kecurigaan semakin kuat ketika korban tak terlihat keluar kamar selama beberapa hari.
Saat kamar diketuk tidak ada jawaban, pengelola kos akhirnya mencoba melihat ke dalam melalui jendela.
Dari sana, lanjut Enjang, tercium bau tak sedap yang menyengat. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Purwakarta Kota sekitar pukul 19.40 WIB.
Petugas kepolisian bersama tim Reskrim dan Inafis Polres Purwakarta langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Dugaan sementara korban meninggal karena sakit, namun untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil otopsi," kata Enjang.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Live Streamer Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Sindangkasih Purwakarta, Warga Geger
Dari keterangan keluarga, korban terakhir berkomunikasi pada 11 Maret 2026. Hal itu disampaikan Sinta, kakak ipar korban, yang menyebut komunikasi terakhir hanya terkait permintaan pinjaman uang.
"Terakhir komunikasi tanggal 11 Maret, cuma pinjam uang. Setelah itu tidak ada kabar lagi, bahkan saat Lebaran juga tidak ada," ujarnya.
Keluarga juga mengungkap, korban tidak pernah mengeluhkan sakit serius, meski sempat mengalami gangguan penglihatan sebelum merantau.
Dalam kesehariannya, Sinta menyebutkan, Oka dikenal bekerja sebagai live streamer dengan nama “Alea”. Ia kerap tampil sebagai perempuan saat siaran langsung di media sosial.
Sinta mengatakan, dari aktivitas tersebut, korban disebut mampu meraih penghasilan hingga sekitar Rp4 juta per bulan. Bahkan, ia sempat berencana merenovasi kamarnya dari hasil pekerjaannya itu.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban sembari menunggu hasil otopsi.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.