Jakarta -
Seorang pemilik kedai kopi di Kanada berhasil membuat kue wortel raksasa yang diklaim sebagai terbesar di dunia. Berat kue ini mencapai 2,7 ton lho!
Bukan sembarang carrot cake atau kue wortel biasa, pria bernama Ted Martindale, asal Quesnel berhasil membuat carrot cake terbesar di dunia yang kini tengah dalam proses verifikasi oleh Guinness World Records.
Dilansir dari Fox News (07/04/2026), Martindale mengatakan bahwa ide tersebut awalnya terdengar tidak masuk akal, tetapi ia yakin bisa memecahkan rekor dunia yang ada.
"Saya tahu kami memecahkan rekor dunia, dan saya cukup yakin bisa meyakinkan Guinness World Records soal itu," ujarnya.
Kue Wortel Terbesar di Dunia Foto: Site News |
Kue raksasa ini dibuat sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya yang ke-80 pada 25 Maret lalu. Acara tersebut digelar di pusat komunitas lansia di Quesnel dan ternyata menarik perhatian besar dari warga sekitar. Martindale mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi.
"Dua minggu sebelumnya kami berpikir tidak akan ada yang datang. Tapi ternyata hampir seluruh penduduk kota hadir. Tempat parkir penuh, restoran ramai, seperti hari libur," katanya.
Proses pembuatan kue ini bukan hal yang sederhana. Martindale menyebutkan bahwa timnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan 432 loyang kue yang kemudian disimpan di dalam freezer besar di sebuah toko bahan makanan. Proses perakitan kue wortel raksasa ini dilakukan layaknya proyek konstruksi.
"Kami menyusun ratusan kue ini seperti batu bata. Ini benar-benar seperti proyek pembangunan," jelasnya.
Sebanyak 12 orang terlibat dalam proses perakitan kue yang memakan waktu sekitar 14 jam. Seluruh lapisan krim harus dibuat pada hari yang sama karena tidak bisa dibekukan. Hasil akhirnya pun melebihi ekspektasi.
"Saat semuanya selesai, hasil kuenya luar biasa. Saya tidak menyangka akan terlihat seindah itu," ungkap Martindale. Kue ulang tahunnya ini kemudian ia bagikan ke warga yang datang secara gratis.
Sebagai pemilik Granville's Coffee selama 34 tahun, Martindale dikenal dengan ide-ide besarnya. Ia menyebut kedai kopinya sebagai pusat berkumpul warga sekitar.
"Semua orang datang ke sini, ini tempat berkumpul," katanya. Meski usianya tak lagi muda, ia mengaku masih aktif bekerja setiap hari dan belum berencana untuk pensiun.
