TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Langkah adaptif beralih ke platform digital membawa berkah manis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Makassar.
Muhammad Hisran Rafii, owner dari brand fesyen lokal Cambridge Warehouse, sukses membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci eksistensi di tengah ketatnya persaingan industri fesyen.
Memulai kiprah bisnisnya sejak tahun 2012 dengan mengandalkan konsep distro offline, Hisran akhirnya memutuskan bergabung dengan e-commerce Shopee pada tahun 2023. Keputusan ini menjadi titik balik usahanya, menyusul perubahan perilaku konsumen yang kian praktis dan gemar berbelanja online.
“Setelah hadir di Shopee, penjualan naik hingga 100 persen dan juga membantu mengurangi biaya tambahan seperti untuk sewa tempat,” ungkap Hisran saat ditemui di workshopnya Jl Cokonuri Makassar, Rabu (8/4). .
Dampak positif dari transformasi digital ini langsung terasa pada skala produksi. Jika di era offline Cambridge Warehouse hanya memproduksi sekitar 40 lembar untuk setiap desainnya, kini kapasitas tersebut melonjak tajam hingga 180 lembar per desain guna mengimbangi tingginya permintaan online.
Lonjakan pesanan pun menjadi pemandangan sehari-hari. “Pemesanan instan di Shopee rekornya pernah sampai 30 orderan sehari,” jelas Hisran. Terlebih pada momen high season seperti menjelang Lebaran, pesanan reguler bisa mencapai hingga 60 lembar dalam satu periode.
Padatnya aktivitas ini terlihat dari puluhan kurir yang silih berganti menjemput paket dari rumah produksinya.
Menariknya, meski seluruh proses produksi Cambridge Warehouse dipusatkan di Bandung, pemasaran dan distribusinya tetap dikendalikan dari Makassar.
Melalui platform digital yang memangkas batas geografis, produknya tidak hanya menjangkau pasar nasional dari Ambon hingga Papua, tetapi juga sukses menembus pasar internasional, salah satunya diekspor hingga ke Meksiko.
Untuk menjaga eksistensi dan daya saing brand-nya yang menawarkan aneka ragam produk, mulai dari baju, hoodie, celana, tas, sandal, hingga topi, Hisran menerapkan strategi yang responsif. Setiap bulannya, Cambridge Warehouse rutin merilis desain baru.
“Untuk desain, kita melihat pangsa pasar terbaru dan tren di media sosial. Produksi sekarang lebih fokus pada jargon baru dan desain yang mengikuti perkembangan anak muda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hisran menilai bahwa jangkauan pasar platform e-commerce yang sangat luas memberikan kemudahan luar biasa bagi UMKM. Selain itu, ekosistem digital juga membantunya membangun reputasi.
“Shopee pangsanya luas, jadi sangat memudahkan. Penjualan naik, dan rate (penilaian) di Shopee juga membantu menjaga kepercayaan pelanggan,” pungkasnya.
Dengan strategi adaptif, konsistensi inovasi desain, dan pemanfaatan teknologi, Cambridge Warehouse menjadi contoh nyata bagaimana UMKM lokal mampu tidak sekadar bertahan, melainkan melesat naik kelas menaklukkan pasar global.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.