TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan anggota Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY menjadikan momentum syawalan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat perekonomian di DIY.

Di tengah isu geopolitik yang memanas di Timur Tengah, semangat untuk tetap melayani masyarakat melalui industri perbankan tetap menyala.

Ketua DPD Perbarindo DIY, Wulfram Margono, mengatakan acara Halal Bihalal Perbarindo DIY rutin digelar setiap tahun.

Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan menciptakan kolaborasi untuk memajukan perekonomian di DIY.

“Atasnama pribadi dan pengurus Perbarindo DIY kami menghaturkan minal aidzin wal faizin. Harapannya kita terus berprogres ditengah tantangan ketidakpastian baik geopolitik atau ekonomi,” jelas Wulfram, saat membuka Halal Bihalal Perbarindo DIY, Rabu (8/4/2026).

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, merespons bahwa sektor jasa keuangan di Yogyakarta berada dalam kondisi stabil.

Bahkan dia menyebut ada pertumbuhan ekonomi di DIY walau relatif masih kecil.

Baca juga: Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Per Desember 2025 aset BPR/BPRS di DIY tumbuh 0,58 persen years on years (Yoy).

Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (kredit) diberikan sebesar 0,8 persen dan 1,40 persen.

“Artinya sudah membentuk posisi yang kokoh, momentum percepatan pertumbuhan baik walau kita ketahui situasi geopolitik Timur Tengah dan dampaknya tentu terasa di Indonesia,” ujarnya.

Hal ini menurutnya akan memengaruhi outlook rencana kerja dalam sektor perbankan pada tahun ini.

Dampak Geopolitik di Timur Tengah

Imbas dari geopolitik di Timur Tengah akan meluas pada naiknya sejumlah bahan baku.

Apalagi di DIY mayoritas penggerak ekonominya dari sektor UMKM. Yang mana pembiayaan modalnya bersumber dari perbankan seperti BPR/BPRS.

Apabila daya beli masyarakat menurun, maka dikhawatirkan akan terjadi non performing loan (NPL) atau kredit yang bermasalah.

Hal itu turut diantisipasi oleh pihak Perbarindo. 

Ketua DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah mengklaim industri perbankan menurutnya sudah terbiasa menghadapi ketidakpastian ekonomi baik akibat krisis dunia akibat geopolitik ataupun faktor lain.

“Kami sudah belajar dari situasi Covid-19, intinya kami akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” terang dia.

Pada kesempatan ini turut hadir pula perwakilan Bupati Sleman yang memberikan dukungan dan peluang sinergi Perbarindo DIY dengan Pemkab Sleman. 

Dalam momen halal bihalal kali ini, Perbarindo DIY juga membagikan santunan uang pembinaan kepada lima yayasan panti asuhan. (*) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.