Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Nasib malang menimpa NS (49), perempuan yang harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC). 

Ia menjadi korban penikaman oleh mantan suaminya sendiri, W (41), pada Selasa (7/4/2026) malam.

Tragedi berdarah ini terjadi di kediaman korban yang berlokasi di Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

Kapolsek Terusan Nunyai AKP Daniel Hamidi menjelaskan bahwa aksi nekat pelaku didasari rasa dendam. 

W merasa korban telah merusak nama baiknya dengan membongkar kebiasaan buruk pelaku kepada orang tua kandungnya sendiri.

"Motif utama pelaku adalah sakit hati karena privasinya merasa diusik. W tidak terima NS menceritakan perilaku negatifnya kepada orang tua pelaku, sehingga ia merasa dipermalukan," ujar AKP Daniel Hamidi, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku yang sudah tersulut emosi mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah pisau. 

Setibanya di lokasi, cekcok mulut antara mantan pasangan suami istri ini tak terhindarkan.

Dalam kondisi gelap mata, W menyerang NS secara membabi buta. 

Korban yang berusaha menyelamatkan diri mencoba menangkis serangan tersebut dengan tangan kosong. 

Akibatnya, NS mengalami luka tusuk serius pada kedua tangannya saat mencoba melindungi diri dari sabetan senjata tajam pelaku.

Polsek Terusan Nunyai bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. 

Tak butuh waktu lama, petugas berhasil meringkus W beserta barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk menganiaya korban.

"Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Terusan Nunyai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegas AKP Daniel.

Menyikapi kasus ini, AKP Daniel Hamidi sangat menyayangkan cara pelaku menyelesaikan konflik pribadi dengan jalan kekerasan. 

Ia meminta masyarakat untuk lebih mengedepankan komunikasi yang sehat atau menempuh jalur kekeluargaan jika menghadapi masalah internal.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi. Kekerasan bukan solusi, justru hanya akan menambah masalah baru yang berujung pada jeruji besi," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.