Tribunlampung.co.id, Malang - Inilah tampang Rey, wanita nikahi wanita di Kota Malang, Jawa Timur.
Sodiq ayah korban Intan Anggraeni mengaku tidak menaruh rasa curiga sama sekali, meskipun pelaku kerap bertamu di rumahnya.
Dari postur tubuh hingga suara yang diucapkan Rey menurut Sodiq sudah seperti laki-laki.
"Taunya dia (pelaku) laki-laki. Karena dari suara, postur tubuh itu ya mirip seperti laki-laki," ujarnya.
"Omongannya dia itu seperti membuat saya percaya. Saya seperti terhipnotis," tambah Sodiq.
Baca Juga Pengakuan Rey, Wanita Nikahi Wanita, Bantah Palsukan Dokumen: Identitas Saya Asli
Kasus pernikahan siri sesama jenis yang berujung viral di Kota Malang ternyata memunculkan iming-iming yang membuat korban Intan Anggraeni mau diajak nikah siri.
Sebelum pernikahan berlangsung pada 3 April 2026, pelaku Rey diketahui banyak melontarkan janji kepada Intan.
Intan menyampaikan, kalau dirinya sempat dijanjikan untuk hidup di rumah mewah dengan mobil Lamborghini yang katanya telah dipesan oleh pelaku.
Janji tersebut menjadi modus yang dilakukan oleh pelaku untuk memperdayai korban, hingga akhirnya mau diajak menikah siri.
Dalam pernikahan tersebut, pelaku menjanjikan akan menghadirkan Judika, Adela, NDX AKA sebagai bintang tamu lengkap dengan Ivan Gunawan sebagai Makeup Artist (MUA).
Saat itu, Intan merasa percaya karena pelaku bicara dengan percaya diri.
"Tidak ada perasaan mencurigakan saat itu. Saya seperti luluh dan percaya dengan yang dia sampaikan," ungkapnya.
"Apalagi saat menunjukkan lewat video di HP kalau dia membeli mobil Lamborghini," lanjut Intan.
Selain itu, yang membuat pihak keluarga korban tidak menaruh curiga ialah ketika pelaku hendak membeli sebuah rumah yang lokasinya tak jauh dari rumah Intan.
Rumah tersebut rencananya akan digunakan untuk hidup bersama setelah menikah.
"Katanya itu mau beli rumah besar di dekat sini (sambil menunjuk arah). Rumah itu katanya untuk tempat tinggal setelah menikah," kata Sodiq.
Kasus tersebut terbongkar saat malam pertama setelah pernikahan.
Korban mengetahui, kalau suami sirinya itu merupakan perempuan.
Kondisi itu membuat korban syok dan tak kuasa menahan tangis di dalam kamar.
Pelaku pun mencoba merayu korban dan berjanji akan melakukan operasi kelamin.
"Dia mencoba meyakinkan saya. Katanya bakal operasi. Tapi saya sudah syok dan menangis," ujar Intan.
Setelah itu, pelaku diusir dari rumah dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Meski demikian, Rey masih berusaha menghubungi Intan meskipun oleh orangtuanya, korban diminta tidak merespons apa pun yang dikatakan pelaku.
Kasus ini pun sekarang masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, usai korban bersama kuasa hukumnya melapor tentang dugaan pemalsuan identitas dan dokumen ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).
Sumber: SuryaMalang.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.