SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya menghadapi pekan penuh tantangan jelang laga klasik kontra Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026).
Krisis pemain, kesiapan Bruno Paraiba, serta analisis duel panas menjadi sorotan utama.
Absennya Bruno Moreira akibat cedera membuat Bajol Ijo kehilangan motor serangan. Kondisi fisik sejumlah pemain lain juga belum sepenuhnya pulih, sehingga pelatih Bernardo Tavares harus memutar strategi dengan opsi terbatas.
Di sisi lain, Bruno Paraiba mulai menemukan ritme permainan setelah sempat diganggu cedera. Dukungan Bonek dan Bonita menjadi energi tambahan baginya untuk tampil maksimal melawan Persija.
Pertemuan klasik ini juga sarat gengsi. Persija datang dengan tren positif, sementara Persebaya harus berjuang ekstra keras agar tetap kompetitif di papan klasemen.
Kapten tim Bruno Moreira dipastikan absen karena cedera. “Bruno Moreira masih cedera, beberapa pemain juga berlatih dalam kondisi belum 100 persen,” ujar Bernardo Tavares.
Absennya Bruno menjadi kehilangan besar karena ia adalah kreator peluang utama sepanjang musim.
Selain Bruno, badai cedera juga menimpa sejumlah nama penting. Ernando Ari masih dalam penanganan tim medis.
Arief Catur dan Francisco Rivera belum pulih sepenuhnya pasca laga kontra Persita.
Gali Freitas dan Malik Risaldi masih dalam pantauan ketat departemen medis.
Bruno Paraiba pun belum sepenuhnya fit untuk tampil sebagai starter.
Situasi ini membuat Tavares harus memutar strategi dengan opsi terbatas.
“Saat ini kami fokus pada pemain yang kami miliki. Saya berharap kondisi fisik mereka bisa meningkat dan menjadi solusi untuk pertandingan selanjutnya,” tegas Tavares.
Kondisi ini membuat Persebaya harus mengandalkan semangat kolektif.
Dukungan Bonek dan Bonita di stadion diharapkan memberi energi tambahan.
Baca selengkapnya: Krisis Pemain Persebaya Jelang Lawan Persija: Bruno Moreira dan Ernando Ari Menepi
Bruno Paraiba mulai menemukan ritme permainan setelah sempat diganggu cedera.
Ia sempat mencetak satu gol saat melawan PSIM Yogyakarta, namun setelah itu lebih sering menepi.
Kini, dengan kondisi yang lebih baik, pemain berusia 31 tahun itu siap tampil.
Pengalaman sebelumnya bersama Cheonan City di Korea Selatan menjadi bekal penting.
Dukungan Bonek dan Bonita menjadi energi tambahan baginya.
“Dukungan Bonek dan Bonita benar-benar luar biasa. Energi yang mereka berikan sangat besar bagi kami,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tim harus membalas energi suporter dengan performa maksimal.
Setelah turut berkontribusi dalam kemenangan atas Persita, fokus Paraiba kini beralih ke laga kontra Persija.
Duel klasik tersebut akan digelar pada Sabtu (11/4/2026).
“Persija Jakarta adalah lawan yang tangguh. Kami menghormati mereka, tetapi kami datang untuk bertarung dan berusaha membawa pulang tiga poin,” tandasnya.
Baca selengkapnya: Bruno Paraiba Akui Atmosfer GBT Luar Biasa, Persebaya Surabaya Menang 1-0 atas Persita
Pertandingan Persija kontra Persebaya selalu disebut sebagai derbi klasik paling dinanti.
Laga ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga poin krusial untuk memperbaiki posisi di papan atas klasemen.
Persija datang dengan tren positif berkat ketajaman Allano di lini depan.
Sementara itu, Persebaya harus berjuang ekstra keras tanpa Bruno Moreira.
Bernardo Tavares menyoroti duel menarik antara Jefferson Silva dan Allano.
Kedua pemain asal Brasil ini pernah menjadi rekan satu tim di Operario Ferroviario.
Kini, Allano menjadi andalan Persija dengan torehan enam gol dan delapan assist.
“Jefferson tahu Allano, dan Allano tahu Jefferson. Saya pikir tidak perlu memberi tahu banyak pada Jefferson, karena dia mengenal pemain tersebut dengan sangat baik,” kata Tavares.
Ia memprediksi duel ini akan berlangsung sengit.
“Saya yakin ini akan menjadi situasi sulit bagi keduanya,” pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.