TRIBUN-BALI.COM - Perjalanan Ogoh-ogoh Buta Sigug karya Sekaa Teruna Teruni (STT) Giri Manila Sari, Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan yang diarsiteki Putu Tegar Nahesa menuju Alun-alun Gianyar, Bali masih menjadi perhatian masyarakat Bali, Senin (13/4).
Sebab mereka harus melewati berbagai rintangan, sebelum akhirnya bisa tiba di Alun-alun Gianyar pada Senin sekitar pukul 11.00 Wita.
Kelian Banjar Susut, I Wayan Sudiantara bersyukur bahwa ogoh-ogoh STT-nya telah berhasil sampai ke Alun-alun Gianyar pada Senin ini, meskipun ogoh-ogoh mengalami beberapa lecet dan kerusakan di bagian rambut, karena medan yang berat. Yakni banyak kabel melintang rendah serta pepohonan yang mengenai ogoh-ogoh dalam perjalanan.
"Astungkara sudah sampai di alun-alun. Terdapat sejumlah lecet dan kerusakan pada rambut, karena saat perjalanan terkena ranting pepohonan," jelasnya.
Baca juga: ANCAMAN PSBS Biak & Semen Padang Berpeluang Terdegradasi, Huni Juru Kunci di Klasemen Super League!
Baca juga: ANTISIPASI Curang Selama SPMB 2026, Ombudsman Bali Segera Perkuat Koordinasi Lintas Instansi
Dijelaskan bahwa dalam perjalanan, Ogoh-ogoh Buta Sigug memang sempat ditaruh di depan RSUD Payangan. Namun ia meluruskan bahwa saat itu tidak diinapkan.
Melainkan hanya beristirahat, sekaligus melancarkan arus lalu lintas yang sempat macet parah. "Kebetulan di areal depan rumah sakit ada tempat lapang, jadi kami taruh di sana sekitar 30 menit.
Agar lalu lintas bisa lancar, sekaligus anak-anak beristirahat makan, sebelum melanjutkan perjalanan," ujarnya.
Sudiantara mengatakan, perjalanan ini sangat melelahkan. Terlebih lagi, roda untuk mengangkut ogoh-ogoh ini beberapa kali mengalami kerusakan.
"Rodanya beberapa kali rusak, sehingga harus diperbaiki. Hal ini juga yang memakan waktu, sehingga untuk sampai ke Alun-alun membutuhkan banyak waktu," ujarnya. (weg)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.