TRIBUNSTYLE.COM - Amarah Rossa akhirnya tak lagi bisa dibendung.
Penyanyi papan atas itu tersulut setelah wajahnya menjadi bahan komentar pedas di media sosial.
Bukan sekadar kritik biasa, komentar yang beredar dinilai telah melewati batas.
Secara terang-terangan, ada yang menyebut dirinya gagal menjalani operasi plastik.
Pihak manajemen pun tak tinggal diam lantaran komentar-komentar tersebut dinilai sebagai bentuk serangan yang merusak nama baik sang artis.
Manajemen memastikan bahwa kasus dugaan pencemaran nama baik ini bisa dibawa ke ranah hukum jika situasi terus berlanjut.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Mereka menilai penyebaran komentar negatif sudah merugikan secara personal maupun profesional.
Sebagai langkah awal, somasi telah dilayangkan. Langkah ini diambil sebagai bentuk peringatan terakhir.
Baca juga: Meski Kompak, Rossa Ungkap Alasan Tak Bisa Rujuk dengan Yoyo Padi, Anak Justru Menentang: Tak Cocok
Harapannya, para pemilik akun menyadari konsekuensi dari tindakan mereka.
“Kalau ini dalam 1x24 jam tidak ditanggapi, kami akan melakukan langkah hukum,” kata Ikhsan Tualeka dalam konferensi pers di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Ikhsan menegaskan, pihaknya saat ini tengah mempertimbangkan pelaporan ke kepolisian, dengan opsi antara Mabes Polri atau Polda Metro Jaya.
Pelaporan tersebut akan dibuat dalam waktu dekat menunggu waktu somasi selesai
“Rasa-rasanya kita akan laporkan ke Mabes Polri,” ujarnya.
Menurutnya, konten-konten tersebut tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berdampak pada kondisi psikis sang penyanyi.
Kuasa hukum manajemen Rossa, Natalia Rusli, menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat dengan cara menggabungkan potongan video, musik, hingga narasi yang tidak sesuai fakta.
“Gambar Mbak Rossa diambil lalu dijahit dengan narasi tertentu, musiknya juga digunakan, sehingga seolah-olah itu benar,” jelas Natalia.
Dugaan pencemaran nama baik yang dialami Rossa salah satunya adalah video yang menyebut mantan istri Yoyo Padi ini korban oplas (operasi plastik) yang gagal.
"Contohnya Mbak Rossa melakukan operasi yang gagal misalnya seperti itu. Padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi. Namanya seorang artis, seorang diva mempunyai makeup artist yang harus mengikuti tren, tren makeup seperti apa," tutur Natalia.
Di sisi lain, dampak dari kabar negatif tersebut ternyata cukup memengaruhi kondisi psikologis pelantun lagu Pudar tersebut.
Ikhsan menyebutkan bahwa kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga menyentuh aspek mental sang penyanyi.
"Anda bisa bayangkan bagaimana seorang bangun pagi kemudian media sosialnya yang muncul di handphone itu kemudian berseliweran sesuatu yang tidak berdasar pada fakta."
"Jadi kerugian psikis sudah terjadi. Materi dan immateri akan kita hitung kemudian," tutur Ikhsan.
Ia pun menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil saat ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar kasus serupa tidak terus berulang dan merusak ekosistem digital.
"Yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari mitigasi agar ini tidak terus berkembang, merusak jagat media sosial kita, dan yang lebih penting lagi kalau kemudian orang-orang ini tidak melakukan apa yang kami somasi, men-take down dan minta maaf, tentu upaya hukum akan kami tempuh," tutup Ikhsan.
Sementara itu, Ikhsan mengungkapkan bahwa sebagian akun sudah mulai merespons somasi dengan menghapus konten.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup.
Tim manajemen juga telah mengantongi bukti berupa tangkapan layar dari berbagai unggahan yang dinilai merugikan Rossa.
“Bukan hanya take down, tapi juga harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.