SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Perum Bulog Cabang Malang kembali menggelontorkan ribuan liter minyak goreng bersubsidi, Minyakita, ke sejumlah pasar di wilayah Malang dan Pasuruan, Rabu (15/4/2026).
Penyaluran Minyakita dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan, sekaligus untuk menambah pasokan ke sejumlah pasar tradisional karena tingginya permintaan.
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman mengatakan, penyaluran tambahan ini difokuskan pada pasar-pasar dengan tingkat perputaran tinggi.
"Tambahan ini kami lakukan untuk memperkuat pasokan di tengah tingginya permintaan masyarakat," katanya kepada SURYAMALANG.COM.
Ia mengakui, lonjakan kebutuhan Minyakita dalam waktu bersamaan menjadi salah satu faktor yang kerap memicu keterbatasan barang di tingkat pengecer.
Meski demikian, Bulog memastikan kondisi stok secara umum masih aman.
Secara keseluruhan, penyaluran Minyakita di wilayah kerja Bulog Malang yang mencakup Malang Raya dan Pasuruan Raya telah menembus 726.506 liter.
Baca juga: Warga Tiga Desa Terdampak Limbah TPA Supit Urang Tagih Janji Kompensasi ke Pemkot Malang
Kota Malang tercatat sebagai penerima terbesar dengan 314.971 liter, disusul Kabupaten Malang 157.183 liter, Kabupaten Pasuruan 139.308 liter, Kota Pasuruan 70.056 liter dan Kota Batu 44.988 liter.
Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari pasar SP2KP, toko atau agen, ritel modern, KDKMP hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
Menurutnya, pola distribusi tersebut menjadi strategi Bulog untuk memastikan pemerataan pasokan, baik melalui jalur tradisional maupun modern.
"Jika masih ditemukan keterbatasan di lapangan, itu lebih karena permintaan yang tinggi dalam waktu bersamaan serta distribusi di tingkat pengecer yang belum merata," jelasnya.
Nurjuliansyah juga menegaskan, kalau Bulog masih memiliki cadangan stok yang siap disalurkan, yakni 18.780 liter kemasan 1 liter dan 1.800 liter kemasan 2 liter.
Masyarakat pun diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan agar distribusi tetap terjaga dan merata.
Ia juga meminta distributor dan pedagang ikut berperan aktif menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Penjualan Minyakita harus tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Untuk pengawasan, Bulog terus berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan guna memastikan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. Jika ditemukan pelanggaran, penindakan tegas akan dilakukan.
"Distribusi terus kami perkuat agar masyarakat bisa mendapatkan Minyakita sesuai ketentuan," tandasnya.
Baca juga: Kronologi dan Penyebab Kematian Yai Mim Terungkap, Begini Penjelasan Dokkes Polresta Malang Kota
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.