TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Blora kini menjadi tumpuan bagi anak-anak yang terpinggirkan dari sistem sekolah formal.
Satuan pendidikan nonformal di bawah Dinas Pendidikan Blora ini mencatat banyak peserta didik barunya merupakan korban perundungan (bullying), baik yang dilakukan oleh teman sebaya maupun oknum tenaga pendidik.
Kepala SKB Blora, Jumini, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus perundungan menimpa siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tekanan mental yang berat membuat mereka tidak betah di sekolah formal dan memilih pindah ke SKB untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C).
"Anak-anak yang masuk ke sini heterogen. Ada penyandang disabilitas hingga korban bullying. Pelakunya kebanyakan teman sebaya, tapi ada juga yang dari guru. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama," ujar Jumini, Jumat (17/4/2026).
Bentuk tim khusus penanganan bullying
Menyikapi fenomena ini, SKB Blora telah membentuk tim khusus penanganan bullying yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis dan pembangunan kembali rasa percaya diri siswa.
Tak main-main, lembaga ini juga menggandeng Dinas Sosial serta tim psikolog dari RSUD untuk memberikan penanganan medis dan mental yang komprehensif.
Baca juga: Debut Krusial Anang Dwita: Mampukah PSIS Curi Poin di Kandang Persipura Demi Hindari Degradasi?
Selain korban perundungan, SKB Blora juga menampung anak-anak dengan latar belakang "istimewa" lainnya, seperti anak yang mengalami kecanduan game hingga pekerja seni yang kesulitan memenuhi syarat kehadiran di sekolah formal.
"Alhamdulillah setelah di sini, kepercayaan diri mereka muncul kembali. Tidak ada yang kemudian berbalik menjadi pelaku bullying di lingkungan ini," tambah Jumini.
Saat ini, SKB Blora mengelola sekitar 1.100 peserta didik. Berdasarkan data Dapodik, jumlah tersebut terdiri dari 120 siswa PAUD, 47 siswa Paket A, 120 siswa Paket B, dan mayoritas berada di jenjang Paket C.
Melalui pendekatan inklusif, SKB terbukti efektif menjadi lingkungan belajar yang aman dan mampu membantu siswa bangkit dari trauma masa lalu. (Iqs)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.