Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) menyatakan Cristobal Lorente menjadi penantang wajib gelar juara dunia kelas bulu (56,4 kg) WBC setelah merebut gelar WBC Silver dengan mengalahkan Nathaniel Collins di Glasgow, Skotlandia.


"Lorente secara resmi memposisikan dirinya di jalur menuju kesempatan merebut gelar juara dunia di kelas 126 pon," demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.


Setelah pertemuan pertama mereka berakhir imbang pada Oktober 2025, kedua petinju kembali ke ring dengan tekad untuk tidak menyisakan keraguan sedikit pun.


Lorente, yang menunjukkan peningkatan teknik yang jelas dan kondisi fisik yang prima, berhasil menerapkan pendekatannya dalam pertarungan taktis sepanjang pertandingan.


Salah satu momen kunci terjadi di ronde keenam, ketika Collins berhasil menjatuhkan Lorente. Meskipun terjatuh ke kanvas, petinju Spanyol itu pulih dengan baik, menyesuaikan strateginya, dan tetap kompetitif pada ronde-ronde berikutnya.






Setelah 12 ronde aksi yang menegangkan dan diwarnai perubahan momentum, kartu skor para juri mencerminkan ketatnya dan intensitas pertarungan tersebut. Dua juri memberikan nilai 115–112 dan 115–112 untuk Lorente, serta 116–111 untuk Collins.


Lorente, yang menampilkan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya, berhasil memenangkan pertarungan lewat keputusan terbelah untuk membawa sabuk WBC Silver ke Spanyol.


Kemenangan itu juga membuat Lorente tetap tak terkalahkan dengan rekor 21 kemenangan, termasuk delapan kemenangan melalui knockout (KO), serta tiga hasil imbang.


WBC menjelaskan bahwa pertarungan itu tidak hanya mempertaruhkan sabuk juara, tetapi juga berfungsi sebagai eliminator resmi yang membawa pemenang lebih dekat ke kesempatan memperebutkan gelar juara dunia penuh.


Sementara itu, bagi Collins, hasil itu menandai kemunduran dalam pertarungan sengit di mana ia memiliki momen-momen kuat, termasuk menjatuhkan lawan, tetapi pada akhirnya kalah berdasarkan penilaian juri.






Petinju Skotlandia itu kehilangan kesempatan merebut gelar juara dunia dan harus menambah noda pada rekornya yang sebelumnya tak terkalahkan menjadi 17 kemenangan (delapan KO), satu kekalahan, dan satu hasil imbang.