TRIBUNJABAR.ID - Beredar di media sosial akun blog pribadi di Facebook mencatut nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Akun tersebut beredar di platform media sosial Facebook dengan modus Giveaway atau pembagian hadiah gratis.
Akun blog tersebut diadukan oleh seorang warganet di grup Facebook Lembur Pakuan Channel.
Warganet itu membagikan tangkapan layar akun blog pribadi memakai foto Dedi Mulyadi dan putrinya dengan judul undian giveaway Indonesia berkah 2026.
Jika berhasil menangkap gambar bebek, warganet tersebut kemudian dihubungi dan diinformasikan mengenai pengambilan hadiah.
Karena tak percaya, warganet tersebut memastikan apakah blog yang mengiriminya pesan itu benar dari Dedi Mulyadi.
Baca juga: Gagasan Dedi Mulyadi Usulkan Pembangunan Underpass Jalan Pasteur ke Pemkot Bandung Solusi Kemacetan
Menanggapi kabar tersebut, melalui Instagram pribadinya Dedi Mulyadi menegaskan bahwa blog pribadi dan mengenai giveaway tersebut adalah hoaks.
Dedi Mulyadi pun meminta warganet agar mereport akun blog tersebut.
“Mohon report sebagai HOAX, hatur nuhun,” tulis Dedi Mulyadi, dikutip Senin (20/4/2026).
Kasus Serupa
Sebelumnya, video memperlihatkan video hoaks mengenai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga viral di media sosial.
Dalam video tersebut, wajah Dedi Mulyadi terpampang sembari memperlihatkan motor di sebuah deller.
Ia mengimbau bahwa dirinya sedang mengadakan program tebus motor murah.
Ia menyebut bagi siapapun yang menemukan video tersebut mereka cukup mengirimkan biaya Rp400.000.
“Kalian cukup menebus Rp400.000 saja, surat-surat-surat lengkap, ini real ya pembayaran langsung ke admin saya, klik tombol WhatsApp di postingan ini untuk tebus motornya,” tuturnya.
Video tersebut dibagikan ulang oleh Dedi Mulyadi di instagram pribadinya, Senin (9/3/2026).
Lalu, Dedi Mulyadi mencantumkan dalam video tersebut tulisan hoaks.
Dalam keterangan Dedi Mulyadi juga mengimbau masyarakat bahwa video tersebut penipuan.
“Hati-hati penipuan !!!,” tulis Dedi Mulyadi singkat.
Wajah Dedi Mulyadi dalam video tersebut diduga diedit menggunakan artificial intelligence (AI).
Penipu diduga menggunakan wajah Dedi Mulyadi seolah-olah berbicara dan mengajak masyarakat untuk mengikuti program tersebut.
Tak sedikit warganet yang merasa prihatin wajah Gubernur Jawa Barat itu dijadikan objek penipuan.
Ada juga warganet yang merasa bisa membedakan suara asli dan palsu dari video editan tersebut.
Berikut beragam komentar warganet.
“Suaranya aja sudah beda”
“Ngeri AI euy....dipake naripu ayeuna mah”
“Waduh pa aji editan AI ku oknum...segera tertyduk pa gaskeun”
“Parahhh,” tulis beragam komentar warganet.
Baca juga: Gaji Petugas Kebersihan Masjid Al Jabbar Rp4,7 Juta/Bulan, Dedi Mulyadi Buka-bukaan Rinciannya
Cara Bedakan Video yang Dibuat AI
Membedakan antara konten atau video yang dibuat oleh artificial intelligence (AI) dengan konten asli menjadi tantangan tersendiri seiring dengan semakin canggihnya teknologi.
Namun, ada beberapa teknik dan alat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan verifikasi:
1. Perhatikan Detail Visual (Analisis Manual)
Meskipun AI sangat hebat, sering kali masih terdapat kesalahan kecil yang bisa kita kenali:
Ketidakkonsistenan pada Wajah: Perhatikan area mata, gigi, atau kedipan. Video AI terkadang memiliki kedipan mata yang tidak alami atau bayangan yang aneh di sekitar mulut saat berbicara.
Detail Tangan dan Jari: Ini adalah kelemahan umum AI. Sering kali jumlah jari tidak pas, bentuknya aneh, atau terlihat menyatu dengan benda lain.
Latar Belakang yang "Glitch": Perhatikan benda-benda di latar belakang. Jika ada garis yang melengkung secara tidak wajar atau objek yang tiba-tiba berubah bentuk saat kamera bergerak, itu bisa jadi indikasi AI.
Sinkronisasi Suara (Lipsync): Pada video deepfake, gerakan bibir terkadang tidak sepenuhnya selaras dengan suara atau emosi yang disampaikan.
2. Gunakan Teknologi Pendeteksi (Alat Bantu)
Banyak platform teknologi kini mengembangkan sistem untuk menandai konten AI secara otomatis.
Tanda ini tidak terlihat oleh mata manusia tetapi bisa dideteksi oleh mesin untuk memverifikasi apakah konten tersebut buatan AI atau bukan.
Metadata (C2PA): Periksa informasi di balik file tersebut. Banyak kamera dan alat pembuat konten kini mendukung standar C2PA yang mencatat "riwayat" sebuah gambar atau video, mulai dari pengambilan hingga penyuntingan.
Situs Pendeteksi AI: Anda bisa menggunakan alat bantu seperti Deepware Scanner atau Truepic untuk menganalisis keaslian sebuah video.
3. Verifikasi Konteks (Logika dan Fakta)
Cek Sumber: Apakah video tersebut diunggah oleh akun resmi atau sumber terpercaya?
4. Gunakan Pencarian Gambar Terbalik (Reverse Image Search)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.