TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kondisi arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi terganggu, Senin (20/4/2026) pagi. 

Tepatnya di Pendakian Sarimi, Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini dipicu oleh kecelakaan tunggal truk ekspedisi pengangkut ayam beku yang gagal menanjak dan terbalik hingga menutupi sebagian badan jalan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.05 Wita tersebut, melibatkan kendaraan logistik asal Sulawesi Selatan yang tengah menuju Kota Kendari.

Kondisi diperparah oleh tumpahan minyak sawit mentah di permukaan jalan yang membuat aspal menjadi sangat licin dan berbahaya bagi pengendara lain.

Baca juga: Waspada! Jalan Licin di Puncak Talodo Kolaka Timur, Truk Terbalik hingga Pemotor Tergelincir

Humas Polres Kolaka Utara, Aiptu Ahmad Saiful, mengatakan kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan Bachtiar (41), warga Bolaang Mongondow Timur, melintasi medan tanjakan curam di Pendakian Sarimi. 

Saat berada di tengah pendakian, mesin kendaraan diduga tidak mampu menahan beban muatan, menyebabkan truk kehilangan momentum dan bergerak mundur tak terkendali.

"Kendaraan tidak mampu mendaki, kemudian mundur dan akhirnya terbalik. Posisi badan truk menutupi sebagian Jalan Trans Sulawesi di Desa Bahari," ujarnya.

Aiptu Ahmad mengatakan identitas pengemudi atas nama Bachtiar, kelahiran Sui Asam, yang saat ini tengah dimintai keterangan lebih lanjut terkait kelaikan kendaraan dan beban muatan yang dibawa.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Tamborasi Kolaka, Kaki Tersangkut Tali Pelampung

Kecelakaan ini kembali menyoroti kerawanan Jalan Trans Sulawesi di wilayah Kolaka Utara, khususnya di titik-titik pendakian tajam yang menjadi urat nadi distribusi pangan dan logistik antarprovinsi.

Pendakian Sarimi selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial yang membutuhkan kewaspadaan tinggi bagi para pengemudi truk bertonase besar.

Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sementara upaya pembersihan tumpahan minyak dan evakuasi badan truk dilakukan guna menormalisasi kembali arus distribusi di wilayah tersebut.

Jarak Kecamatan Tolala dengan Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekira 398 kilometer (km), waktu tempuh 8 jam 54 menit berkendara motor atau mobil. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.