AIRGEGAS, BABEL NEWS - Memasuki hari keempat operasi pencarian, Tim SAR gabungan terus memperketat penyisiran terhadap Doli (38) yang diduga hilang di aliran Sungai Nyireh, Desa Delas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan. Hingga saat ini, hasil pencarian masih nihil meski upaya telah dilakukan secara intensif sejak hari pertama kejadian.
Area pencarian difokuskan pada titik awal lokasi kejadian serta wilayah sekitarnya yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban. Berbagai metode dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di medan yang cukup menantang.
Komandan Tim Basarnas, Afrian Nur Fajar, mengatakan pola pencarian dibagi menjadi tiga tim guna memaksimalkan jangkauan operasi di lapangan. Tim pertama melakukan penyisiran di aliran sungai menggunakan sampan yang dilengkapi peralatan khusus. Tim kedua menyisir area sekitar lokasi kejadian atau last known position (LKP) secara darat. Khususnya pada titik koordinat awal 2 53'3.54"S 106 18'28.32"E yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
"Pola pencarian kami bagi menjadi tiga tim agar proses penyisiran lebih efektif," ujar Afrian Nur Fajar, Minggu (19/4).
Selain itu, tim ketiga dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal guna mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di area rawa dan semak belukar. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu menjangkau area yang sulit dilalui oleh tim darat. Penggunaan drone juga menjadi strategi penting dalam memperluas cakupan pencarian.
"Unsur yang terlibat cukup banyak untuk mendukung percepatan pencarian," jelas Afrian Nur Fajar.
Di tengah upaya pencarian, tim juga dihadapkan pada risiko tinggi akibat keberadaan predator buaya di lokasi kejadian. Untuk itu, personel dilengkapi dengan peralatan khusus berupa Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE) guna meningkatkan keselamatan saat berada di perairan. Sebanyak dua set CAPE digunakan oleh tim yang melakukan penyisiran menggunakan sampan.
Kondisi medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Area rawa yang berlumpur serta arus sungai yang tidak menentu menyulitkan pergerakan tim di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan kewaspadaan tinggi. "Kondisi medan cukup sulit, namun tim tetap bekerja maksimal di lapangan," katanya.
Di sisi lain, masyarakat setempat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses pencarian berlangsung. Warga diminta tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai guna menghindari potensi serangan buaya. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi korban tambahan. "Kami akan terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan," pungkas Afrian Nur Fajar. (u1)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.