Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Tren minuman kopi kembali bergeser. Setelah lama didominasi es kopi susu, kini dirty latte mulai mencuri perhatian penikmat kopi, terutama di kalangan anak muda dan pengguna media sosial.

Barista Alissha Coffee di Jalan Jawa, Hafidz, mengungkapkan bahwa popularitas dirty latte sebenarnya bukan hal baru. N

amun, lonjakan tren baru terasa belakangan ini, terutama setelah momen Ramadan.

“Kalau dirty latte itu ramainya setelah Ramadan, tapi sebenernya kalau untuk eksistensinya sejak tahun kemarin. Cuma pada akhirnya rame-rame di threads, sehingga banyak coffee shop juga yang berlomba-lomba bikin dirty latte terbaik,” ujar Hafidz saat ditemui, Selasa (28/4/2027).

Menurutnya, media sosial menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tren ini kembali naik.

Banyak kedai kopi berlomba- lomba menghadirkan versi dirty latte terbaik mereka untuk menarik perhatian konsumen.

Baca juga: Kuliner Bandung: Nikmati Dirty Latte dan Tiger Bomb Hingga Nasi Banjur di Tedja Coffee Saparua

Berbeda dengan latte pada umumnya, dirty latte menawarkan pengalaman minum yang unik, baik dari segi tampilan maupun rasa. 

Hafidz menjelaskan, perbedaan utama terletak pada teknik penyajian.

“Kalau untuk perbedaannya, dirty latte punya khasnya layering. Jadi antara kopi sama susunya itu dia nggak menyatu,” katanya.

Dengan teknik tersebut, kopi dan susu tidak langsung bercampur, melainkan membentuk lapisan yang memberikan sensasi berbeda saat diminum.

“Jadi dari segi experience pun kita merasakan flavour coffee nya seperti apa, kemudian dibalut dengan susu dari whip cream di dalamnya juga,” lanjutnya.

Sensasi rasa yang dihasilkan pun lebih kompleks dibanding latte biasa.

Menurut Hafidz, dirty latte menghadirkan perpaduan rasa kopi yang lebih kaya dengan sentuhan susu.

“Jadi di mulut itu ada kayak banyak rasa dari kopinya, misalkan rasa orange, lemon, yang kemudian dicampur dengan protein dari susu, kadang ada yang whip cream atau bahkan pakai oat juga, sehingga experience-nya itu yang menjadi beda,” ujarnya.

Tak hanya soal rasa, cara menikmati dirty latte juga berbeda.

Minuman ini justru dianjurkan untuk tidak diaduk agar sensasi berlapisnya tetap terasa.

“Jadi, idealnya tuh minumnya di atas bibir tuh masuk dulu ke dalam supaya bisa mendapatkan sensasi espresso nya dulu di atas, terus diminum, diteguk sehingga kopinya juga ikut, si susunya juga ikut kerasa,” jelasnya.

Perbedaan karakter rasa pada dirty latte juga dipengaruhi oleh jenis dan proses pengolahan biji kopi yang digunakan.

Baca juga: Kuliner Bandung: Wajib Coba Dirty Latte CO,MA! Padukan Coffee Shop dengan Komunitas Kreatif

“Karakter kopinya ada yang memang lebih tebal, ada yang memang flavorful, terus juga dari profile roasting gitu. Ada yang biasanya biji kopinya itu lebih gelap. Itu biasanya hasilnya kopinya bakal lebih pekat gitu,” katanya.

Di Alissha Coffee, kata Hafidz, menggunakan profil roasting medium agar rasa kopi tetap seimbang dengan susu.

“Kalau kita di sininya pakai medium profile roast gitu. Jadi flavor-nya tetap muncul. Terus bodinya juga nggak terlalu tebal biar bisa dinikmati antara perpaduan kopi sama susu di bawahnya,” ujarnya.


Hafidz melihat tren dirty latte juga mulai mengubah preferensi konsumen. Jika sebelumnya es kopi susu dengan gula menjadi pilihan utama, kini banyak pelanggan mulai beralih ke kopi tanpa gula.


“Kalau sekarang lihat dari medsos terus hype di sosial media tuh lumayan berpengaruh sih ke penjualan kita. Biasanya orang tuh datang langsung ordernya kopi susu. Tapi sekarang tuh orang-orang sudah mau coba kopi-kopi yang tanpa gula,” katanya.

Ia menilai, konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman, baik saat menikmati kopi maupun saat membagikannya di media sosial.

“Jadi dia juga sepertinya butuh experience di cara minum atau bahkan experience di sosial media ikut promo,” ucapnya.

Untuk harganya, dirty latte di Alissha Coffee dibanderol Rp 30.000.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.