TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah insinerator di Kota Bandung yang sebelumnya disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di beberapa wilayah akhirnya bisa kembali digunakan untuk mengolah sampah.

Seperti diketahui, KLH sempat melarang penggunaaan insinerator karena dianggap bisa mencemari lingkungan.

Namun, berdasarkan hasil uji emisi, bahwa insinerator di Kota Bandung di bawah baku mutu dan kini dinyatakan aman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, dari total 19 insinerator ada 18 insinerator yang kembali beroperasi untuk mengolah sampah karena dipastikan sudah mendapat izin dari KLH.

"Sekarang sudah keluar lagi surat terbaru. Intinya (penggunaan insinerator) kembali ke regulasi, kembali ke aturan sesuai Permen LH Nomor 70 Tahun 2018 tentang baku mutu insinerator," ujar Darto, Rabu (6/5/2026).

Dalam permen LH tersebut, kata dia, total ada delapan parameter yang telah diuji oleh pihak dari Sucofindo dan perguruan tinggi dan hasilnya hanya satu insinerator yang gagal atau tidak memenuhi baku mutu.

"Jadi yang lainnya aman semua, itu hasil terbaru uji emisi oleh Sucofindo begitu. Parameternya itu diukur pakai 8 jenis polutan. Kecuali satu dari 19 yang gagal, berarti 18 insinerator aman," katanya.

Baca juga: TPS di Kota Bandung Ditutup, DLH Tingkatkan Pengolahan Sampah 450 Ton Per Hari

Delapan parameter yang diuji tersebut di antaranya partikulat, sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), merkuri (Hg), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF), karbon monoksida (CO) dan dioksin serta furan.

Darto mengatakan, pada intinya 18 insinerator tersebut sudah bisa kembali beroperasi karena ambang batas baku mutunya di bawah.

Sehingga, dengan hasil positif ini pihaknya meminta KLH agar insinerator diaktifkan lagi.

"Sejak waktu diukur itu kita sudah minta diaktifkan kembali, sekarang surat keterangannya ada karena memang kan sudah gak ada larangan," ucap Darto.

Sebelum bisa kembali beroperasi, kata Darto, sejumlah insinerator sempat disimpulkan bahwa ada yang perlu diperbaiki di sisi mesin, kemudian diperbarui di sisi operasi, dan ada yang perlu diperbaiki di sisi teknis.

"Itu dianalisis oleh kita lewat perguruan tinggi yang jadi partner. Tapi itu tidak terlalu banyak pengaruh ke volume pengolahan, tapi pengaruh terhadap emisi tidak terlalu besar," ujarnya.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.