TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Maraknya aksi kejahatan jalanan atau kerap disebut klitih yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah Sleman mendapat perhatian dari pihak kepolisian. Polresta Sleman menyebut mayoritas pelaku maupun korban dalam kasus kekerasan di jalanan didominasi oleh kalangan remaja.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan kasus yang ditangani terkait kejahatan jalanan mayoritas melibatkan pelajar.
Kondisi ini membuat peran orang tua menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.
"Karena sekarang pelaku dan korban rata-rata adalah remaja usia di bawah umur, kami mengajak orang tua untuk mengintensifkan gerakan 'Orang Tua Memanggil'. Kami berharap orangtua memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah mulai jam 22.00 hingga 04.00 WIB," ujar Iptu Argo.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan ruang gerak remaja untuk berkumpul di jam-jam rawan yang berpotensi memicu tindak kriminalitas. Selain imbauan kepada orang tua, kepolisian juga terus memperketat pengamanan di lapangan.
Argo mengatakan jajaran kepolisian rutin menggelar patroli, terutama di titik-titik yang dinilai rawan.
"Patroli rutin kami tingkatkan, terutama pada malam Sabtu dan malam Minggu. Kami siapkan pengamanan ekstra, biasanya mulai jam 12 malam hingga jam 4 pagi," ujar dia.
Sebagimana diketahui, kasus kejahatan jalanan kini kembali marak di Kabupaten Sleman. Kasus terbaru, unit Reskrim Polsek Godean bersama Resmob Satreskrim Polresta Sleman membekuk tiga dari empat pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa asal Jambi di Jalan Godean KM 9, Dusun Senuko, Sidoagung, Godean.
Para pelaku mayoritas masih berstatus pelajar. Mereka nekat menganiaya korban setelah sebelumnya berputar-putar mencari sasaran. Tiga pelaku yang berhasil diamankan adalah ABP (19), RSH (18), dan FA (17), ketiganya merupakan warga Seyegan. Sementara satu pelaku berinisial AR masih dalam pengejaran atau DPO.
Kapolsek Godean, AKP Rusdiyanto mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekira pukul 03.00 WIB. Kejadian bermula saat korban berinisial DH bersama rekannya berkendara dari arah barat menuju ke timur untuk mencari makan di Jalan Godean. Sesampainya di depan RM Baleroso, motor korban disalip oleh rombongan pelaku yang menggunakan empat sepeda motor dan satu unit mobil pikap.
"Saat berpapasan, rombongan pelaku dan korban sempat saling pandang. Ketika melewati simpang tiga Kantor Bapas Kelas I Yogyakarta, dua motor pelaku berputar balik. Salah satu pelaku bahkan menyeret senjata tajam jenis celurit ke aspal hingga mengeluarkan percikan api," ujar Rusdiyanto, Rabu (6/5/2026).
Korban yang tak sempat melarikan diri langsung diserang oleh pelaku ABP menggunakan celurit sebanyak tiga kali. Akibatnya, korban mengalami luka bacok serius pada pergelangan tangan, lengan kiri, dan bahu. Tak hanya itu, pelaku lain berinisial FA juga memukul punggung korban menggunakan sabit dan membacok bodi motor korban.Rombongan tersebut lalu melarikan diri. Kini tiga pelaku berhasil ditangkap.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.