TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polemik dugaan penganiayaan yang menyeret nama mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, kini memasuki babak baru.
Setelah dilaporkan oleh asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati ke Polres Jakarta Selatan, kini muncul pengakuan serupa dari mantan ART lainnya yang bernama Nia.
Nia mengungkapkan bahwa dirinya pernah bekerja di kediaman Erin dalam waktu yang relatif singkat.
Ia mengaku tidak sanggup bertahan lama karena perlakuan kasar yang kerap diterimanya selama bekerja di sana.
"Saya bekerja dari Oktober 2025 sampai Maret 2026," ujar Nia dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (7/5/2026).
Menurut Nia, majikannya tersebut memang tidak akan marah tanpa alasan.
Namun, jika terjadi kesalahan kecil, Erin tidak segan untuk meluapkan emosinya dengan kata-kata yang menyakitkan.
"Kalau kita enggak salah sih nggak bakal diomelin ya. Asal bener sih. Kecuali kalau kita punya kesalahan emang begitu seperti yang diceritain (kasar)," sambung Nia.
Nia menceritakan salah satu pemicu kemarahan Erin adalah masalah kedisiplinan waktu.
Ia mengaku sempat terkejut saat pertama kali mendengar ucapan kasar yang keluar dari mulut sang majikan.
"Karena saya waktu itu gara-gara masalah jam ya, terus omongannya juga lumayan ya. Pertama juga agak kaget ya. Biasanya hanya omongan doang yang lumayan kasar," tuturnya.
Di tengah situasi penuh tekanan tersebut, Nia menyebut bahwa anak-anak Andre Taulany justru menunjukkan sikap yang berbeda.
Mereka sering berusaha memberikan dukungan moral agar Nia tetap kuat menghadapi teguran keras dari ibunya.
"Ibaratnya anak-anak juga kayak, 'Mbak, sabar ya' hanya biar kuat aja sih," ungkapnya.
Selain masalah sikap, Nia juga membeberkan pengalaman pahit terkait hak-haknya sebagai pekerja.
Hingga saat ini, Nia mengklaim bahwa identitas pribadinya masih dikuasai oleh mantan majikannya tersebut.
"Saya jujur, KTP saya kan ditahan. Kekurangan gaji saya juga ditahan," kenang Nia.
Kejadian ini bermula saat Nia berencana pulang kampung menjelang hari raya Idulfitri.
Karena mengejar jadwal tiket bus yang sudah dipesan, Nia terpaksa berangkat lebih awal tanpa sempat berpamitan langsung karena Erin belum bangun dari tidurnya.
"Pas waktu itu saya udah izin minta pulang baik-baik. Tapi Ibu belum bangun. Saya tungguin sampai jam 09.00 siang tuh enggak bangun-bangun, apalagi keadaan mau lebaran. Otomatis saya ngejar tiket lah ya. Tiket bus saya tinggal," jelasnya.
Meski sudah berusaha menjalin komunikasi melalui pesan singkat (WA) untuk meminta pengembalian KTP dan sisa gajinya, upaya Nia tidak membuahkan hasil.
Erin dikabarkan hanya mau menyerahkan barang-barang tersebut jika Nia bersedia kembali ke rumahnya di kawasan Bintaro.
"Tapi kan beliau bilangnya nunggu saya pulang balik lagi nih ke Bintaro gitu kan. Saya sudah nyampai di kampung saya bilang, jujur Bu saya enggak jadi ke situ. Tolong KTP sama kurang gaji dibalikin gitu," pintanya.
Namun, harapan Nia untuk mendapatkan haknya kembali hingga kini masih nihil.
"Tapi enggak ada tanggapan sampai sekarang," pungkasnya.
Sumber: Tribunnews.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.