Boyolali -

di jalur pendakian Gunung Merbabu via Gancik, Boyolali, Jawa Tengah rusak dijebol pendaki. Peristiwa itu viral di media sosial, disebut terjadi karena situasi darurat.


Video itu diunggah di akun @wahyu.glece pada Rabu (6/7/2026). Dilihat detikTravel pada Jumat (8/5) siang, video itu telah mendapat 2 ribuan tanda suka dan lebih dari seribu komentar.


"Yang merasa merusak dan membuang sampah di Merbabu via Gancik tolong segera konfirmasi atau kami kejar dan cari sampai rumah kalian," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.




Di kolom komentar, pengunggah juga menyampaikan bahwa tersebut dari awal pintunya tidak dikunci untuk keadaan darurat pendaki, tetapi malah disalahgunakan. Dia mengatakan selama ini pos itu justru digunakan untuk membuang sampah.


"Saya jelaskan ya teman-teman. Itu dari awal di kasih nggak digembok dan untuk pendaki. Namun, sama pendaki malah dibuat tempat sampah. Setelah di gembok pintunya malah dirusak," kata dia dalam unggahan itu.



Pengelola basecamp Gancik, Gusdur Priyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Shelter emergency Merbabu tersebut berada di pos 2 pendakian via Gancik.




Perusakan pintu shelter itu diperkirakan terjadi pada malam Senin, saat terjadi badai di Gunung Merbabu. Pendaki diduga mencari tempat berlindung di shelter tersebut. Karena pintunya digembok, kemudian dijebol agar bisa masuk.


"Kalau kronologinya itu kemungkinan besar itu di atas badai, cari tempat perlindungan, tapi dengan cara, ya saya tidak menyalahkan yang membobol (pintu shelter emergency Merbabu). Tapi ya memang itu kalau memang sudah urgen ya mau gimana lagi," kata Priyanto kepada wartawan dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.


Dia mengatakan belum mengetahui siapa yang merusak pintu tersebut. Namun dari pengecekan, bahwa di dalam shelter memang ada bekas untuk istirahat.


"Jadi kan kemungkinan di atas badai, lha gunanya shelter kan seperti itu (tempat berlindung). Tapi dengan cara mereka yang salah. Tapi kita juga maklum karena nyawa yang paling utama," kata dia.


Priyanto menyatakan bisa memaklumi kejadian tersebut. Karena kaitannya dengan nyawa. Pengunjung atau pendaki membutuhkan tempat untuk berlindung dari terjangan badai.




Dikunci karena Dijadikan Tempat Sampah


Menurut dia, shelter tersebut sebelumnya tidak dikunci pintunya. Sehingga siapapun yang butuh tempat berteduh atau berlindung bisa masuk. Namun kemudian malah digunakan tempat buang sampah. Sehingga pintunya dikunci. Atas kejadian ini, shelter akan dibuka lagi.


"Dulu itu sempat kita open, ini mau di-open juga. Tapi dibuat tempat sampah, dulu. Jadi kita itu dilema, dikunci salah, enggak dikunci jadi tempat sampah," ucap dia.


"Tapi kita juga menyadari kok (atas kejadian itu)," kata dia.












Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.