SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Delapan perempuan yang berprofesi penyanyi dangdut di Surabaya kompak mendatangi rumah dinas Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, Selasa (12/5/2026).

Di Rumah Aspirasi Cak Ji, sapaan Armuji, para biduan itu mengadu telah menjadi korban penipuan arisan bodong.

Total kerugian akibat praktik arisan fiktif itu saat ini mencapai Rp 1,8 miliar.

Selain dari kalangan penyanyi dangdut, korban juga terdiri atas ibu rumah tangga, wanita karir, dan beragam profesi lain.

Namun, yang paling banyak rata-rata adalah para penyanyi dangdut.

"Saya kena Rp 40 juta. Tapi yang pokok dan keuntungan yang dijanjikan pelaku tak dibayarkan," kata Bonita, salah satu penyanyi dangdut.

Uang sejumlah itu adalah akumulasi dari keikutsertaan Bonita mulai Oktober 2025.

Selain Bonita, total ada 84 korban bernasib serupa.

Penyanyi yang kerap manggung di salah satu stasiun televisi lokal Surabaya itu mengaku tertarik karena menjanjikan keuntungan yang besar.

Apalagi di awal-awal uang yang dijanjikan ditransfer sesuai perjanjian.

Namun arisan ini belakangan bukan menunggu hasil setelah putaran mbetok atau giliran dikocok.

Tapi lebih ke jual beli slot arisan dengan mendapatkan arisannya dalam hitungan hari.

Misalnya beli slot Rp 1 juta akan dapat Rp 2 juta. Ada juga yang beli Rp 2 juta dapat Rp 2,3 juta.

"Awalnya benar-benar cair dalam hitungan seminggu. Tapi makin ke sini makin lama pencairannya hingga sebulan lebih," kata Bonita.

Saat ini yang tercatat sudah ada 84 korban.

Total kerugian uang dari korban sekitar Rp 1,8 miliar.

Mereka mengadu ke Cak Ji dengan didampingi lembaga For Justice.

Sekretaris For Justice Surabaya, Yudhistira Eka Putra, menyebut bahwa korban bisa bertambah.

"Korban rata-rata tergiur karena keuntungan besar dan saling percaya. Sebab pelaku satu profesi," kata Yudhistira.

Jeruk Makan Jeruk

Para korban kini hanya bisa menyesali telah dikelabuhi Novitasari.

Novitasari yang nama panggungnya Novita Amanda ini adalah pelaku penipuan arisan fiktif atau bodong.

Biduan inilah pengelola arisan yang sudah berjalan dua tahunan.

Karena sesama profesi biduan, para korban itu percaya penuh.

Apalagi dia dikenal mentereng di mata anggota.

Begitu berjalan, program arisan itu berkembang hingga berhasil menggaet masyarakat umum.

Namun kebanyakan biduan dan saudara-saudaranya.

Dengan sistem arisan dengan memaksimalkan grup WA dan medsos, arisan itu berjalan.

Kemudian muncul sistem jual slot anggota sehingga bisa dibetok (diambil) dalam hitungan hari.

Armuji terpanggil untuk memfasilitasi dan memediasi penyelesaian arisan fiktif itu karena korban kebanyakan warga Surabaya. Pelaku juga warga Surabaya.

"Tidak henti-hentinya kami mengedukasi masyarakat."

"Tapi kejadian terus berulang karena warga maunya instan mendapatkan uang."

"Akal sehat diabaikan. Mana mungkin keuntungan melebihi bank dalam waktu singkat," kata Cak Ji.

Wawali Surabaya ini pun berupaya akan mempertemukan korban dengan pelaku.

Mereka akan mendatangi pelaku yang tinggal di Surabaya Barat. 

Baca juga: Sempat Kabur ke Timor Leste, Pelaku Arisan Bodong Rp 916 Juta di Trenggalek Ditangkap Polisi

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.