TRIBUNJATIM.COM - Kasus penipuan dengan berkedok pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjadi di Jawa Barat.
Sebanyak 13 kiai pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat menjadi korbannya.
Imbasnya, belasan kiai itu rugi ratusan juta rupiah untuk membangun dapur MBG.
Ini seperti yang disampaikan Koordinator Tim Hukum Pesantren Korban Dapur MBG Koperasi DSN dari LBH PP Gerakan Pemuda Ansor, Afriendi Sikumbang.
Ia mengatakan, sebagian besar korban sudah membangun dapur hingga 80 persen.
"Saya belum menghitung akumulasi, tetapi rata-rata mereka sudah membangun dapur MBG sudah 80 persen atau sekitar Rp 700-800 juta modal yang dikeluarkan oleh para kiai atau kontraktor yang ditunjuk oleh kiai," kata Afriendi saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, hanya dua kiai yang belum mulai membangun dapur.
Sementara sisanya sudah mengeluarkan biaya pembangunan.
Afriendi menjelaskan, para pelaku mengaku berasal dari Koperasi Dapur Santri Nusantara (DSN) dan mengaku sebagai mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Mereka juga mengaku sudah mendapat kuota pembangunan dapur MBG dari BGN.
Hal tersebut membuat para korban percaya.
"Para korban percaya bahwa pelaku sebagai mitra resmi dari BGN. Korban ini tidak sempat mengecek karena mendengar BGN dan program ini lumayan ya dari segi ekonomi. Di situlah para korban tertipu," terang Afriendi.
Para korban mulai curiga saat pembangunan dapur hampir selesai dan tagihan dari kontraktor mulai datang.
Sementara pihak yang menjanjikan dana menghilang dan bahkan sulit dihubungi.
"Pelaku sempat menjanjikan akan cair, akan cair atau turun. Akhirnya lama-lama tidak bisa dihubungi lagi," ucapnya.
Baca juga: Sosok Wakil Wali Kota Pekanbaru Dituduh Punya 35 Dapur MBG, Bantah Punya Uang Rp 35 Miliar
Selain itu, beberapa korban juga sempat diminta menyetor uang tunai di awal dengan nilai puluhan juta rupiah.
Afriendi menerangkan, mayoritas korban berasal dari Kabupaten Kuningan dan Cirebon.
Ada juga korban dari Bekasi dan Depok.
"Yang datang ke LBH Ansor itu Kuningan dan Cirebon," tuturnya.
Saat ini, LBH PP GP Ansor tengah menyiapkan laporan ke Bareskrim Polri untuk mendampingi para korban.
"Ya kami siap untuk mendampingi para kiai ini, akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim. Kami akan siapkan data-data dari para pelapor, ada berkas seperti proposal dan data lainnya. Minggu depan akan laporan ke Bareskrim," tutur Afriendi.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.